SketsaNusantara.id - Mahfud MD, mantan Menkopolhukam mengungkapkan mafia tambang menyebabkan aparat penegak hukum di Indonesia selama ini tak bisa berkutik.
Ditengah maraknya konsesi izin tambang dari pemerintah terhadap ormas keagamaan, Mahfud MD mengungkap bahwa pertambangan di Indonesia ini tak bisa lepas dari mafia.
Mafia-mafia tambang di Indonesia mencengkeram pemerintah dengan aparat-aparatnya hingga tak bisa berkutik sehingga mereka merajalela tanpa bisa dikendalikan.
Mahfud MD mencontohkan kasus yang saat ini sedang berjalan yakni kasus tambang yang rugikan pemerintah hingga Rp 271 Triliun, yang dihitung sebagai kerugian perekonomian negara.
Yang dihitung kerugian pada tambang disini adalah potensial loss dimana didalamnya juga terdapat kerugian atas kerusakan lingkungan.
Namun Jampidsus Kejagung justru menegaskan bahwa akibat korupsi tambang yang dilakukan oleh Harvey Moeis dkk itu bukan merugikan perekonomian negara, namun kerugian keuangan negara.
Artinya dari pernyataan Jampidsus tersebut terlihat bahwa korupsi tambang yang bernilai ratusan miliar itu sudah ada unsur korupsi yang begitu besar.
Mahfud MD membeberkan mafia timah dimana itu ada pemiliknya dan bermain di dalamnya.
"Karena terjadi pergantian pemerintahanan sebentar lagi,diganggu agar owner mafia ini supaya diganti juga, sebab itulah ini diungkit-ungkit agar ini ditangkap itu ditangkap, sementara owner lama berusaha agar tidak ditangkap,"ujar Mahfud MD dikutip dari kanal YouTube Mahfud MD Official.
"Cukup yang sekarang ditangkap, seperti si Harvey Moeis dll, cukup sampai disitu saja," tambahnya.
Lebih jauh Mahfud MD mengungkapkan betapa mafia itu berkuasa sehingga menyebabkan aparat dan penegak hukum tidak berdaya karena berada di dalam cengkeramannya.
Sehingga hal itu juga menyebabkan aparat pemerintah juga tak bisa berkutik.