news

Wali Songo Bahkan Angkat Tangan Tak Mampu Islamkan Ponorogo, Tapi Tokoh Ini Mampu Taklukkan Lewat Jalur Seni

Kamis, 20 Juni 2024 | 16:30 WIB
Batara Katong islamkan Ponorogo lewat seni Reog (Endang Hartatik )

 

SketsaNusantara.id - Ponorogo merupakan salah satu daerah di Tanah Jawa yang tidak dapat ditaklukkan oleh para Wali Songo saat menyebarkan ajaran Islam pada masa lalu.

Sehingga ketika daerah Jawa sudah dimasuki agama Islam namun Ponorogo tetap tak bisa ditaklukkan .

Penyebab Ponorogo tak bisa ditaklukkan oleh Wai Songo kemudian dijelaskan oleh salah satu ulama Indonesia yakni KH Husein Ilyas yang dilansir Sketsa Nusantara.id dari kanal YouTube KOPYAHSANTRI.

Baca Juga: Benarkah Wayang Kulit Sengaja Dibuat Sebagai Warisan Wali Songo? Sempat Jadi Kontroversi, Begini Sejarah Wayang Kulit Sunan Kalijaga

Sebab Ponorogo sulit ditaklukan wali songo karena Ponorogo dipercaya dijaga oleh danyang Singo Barong yang memiliki kekuatan gaib dan sakti, dan layaknya macan sehingga sulit untuk ditaklukkan.

Dan Singo Barong rupanya memiliki pendukung para warok seperti Warok Suro Gentho, Warok Suro Menggolo dan sebagainya.

Namun meski demikian, meski Ponorogo tak bisa di islamkan oleh Wali Songo namun kemudian wilayah ini di islamkan oleh tokoh lain, ia adalah adik tiri dari Raden Patah yang disebut Batara Katong.

Batara Katong dijuluki sebagai manusia setengah Dewa, dan ialah yang kemudian menjadi sosok pengislaman Ponorogo.

Batara Katong berhasil mengislamkan Ponorogo dengan pendekatan berbeda dari metode yang digunakan oleh Wali Songo.

Baca Juga: Tak banyak yang Tahu, 4 Guru Spiritual Sunan Kalijaga, Salah Satunya Dihukum Mati Wali Songo, Karena Dianggap Sesat!

Jika Wali Songo menggunakan metode langsung seperti ceramah dan dakwah, namun Batara Katong menggunakan jalur seni agar mudah dicerna masyarakat sekitar Ponorogo.

Batara Katong menggunakan kesenian Reog sebagai media untuk menyampaikan ajaran Islam secara halus dan bertahap.

Reog sendiri merupakan bahasa Arab Ra’ dan Yun yang berarti firasat yang benar dan kesenian Reog yang telah ada sejak zaman Hindu-Buddha inilah yang kemudian digunakannya sebagai media dakwah

Firasat yang benar dalam filosofi nama Reog digambarkan dalam topeng Reog oleh Batara Katong sebagai burung gagak merah yang sedang menduduki kepala macan.

Halaman:

Tags

Terkini