"Setiap kali kita tawarin menu, jawabannya selalu masih nunggu. Setelah kita tunggu ternyata temannya itu datang membawa es teh dan cilok dari luar,"
Agus pun memberikan saran kepada kaum Rojali agar sebaiknya tidak melakukan rapat atau diskusi di kafe.
"Nah, sedikit saran saja untuk para Rojali ini, lain kali kalau melakukan rapat atau diskusi mending di depan bakul cilok wae gelar kloso (tikar:red), malah syahdu, oke?"***