Walau begitu, beasiswa milik Kartini tersebut ditolak Haji Agus Salim karena menganggap pemberian tersebut atas usul seseorang bukan karena kecerdasannya.
Sementara itu karir politiknya dimulai ketika ia bergabung dengan Sarekat Islam.
Ia bahkan dipercaya untuk menjadi pengganti Hos Tjokroaminoto, pendiri Sarekat Islam yang meninggal pada 1934.
Pasca kemerdekaan, Haji Agus Salim pun dipercaya sebagai Menteri Muda Luar Negeri di kabinet Syahrir I dan II hingga Menteri Luar Negeri pada kabinet Hatta.
Agus Salim yang meninggal pada 4 November 1954 ini kemudian diberi gelar Pahlawan Nasional.***