news

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Akui Menyesal dengan Program Tapera yang Ditolak Mentah-Mentah oleh Masyarakat, Ada Apa?

Jumat, 7 Juni 2024 | 15:03 WIB
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono (Instagram/@basuki_hadimuljono_)

 

SketsaNusantara.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akhirnya menyampaikan penyesalannya terkait program Tapera.

Program Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) yang direncanakan pemerintah kemudian memicu kemarahan publik dan memicu sejumlah kontroversi.

Seperti yang dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyesalkan polemik yang terjadi terkait program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Baca Juga: Sepakat Bercerai Dengan Wina Natalia, Anji Sebut Akan Terus Pakai Cincin Kawin, Benarkah Karena Ada Orang ketiga?

Dimana pada awalnya Tapera merupakan program yang bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah dengan mekanisme cicilan ringan.

Namun pada kenyataannya implementasi Tapera menuai kritik dari banyak pihak. Masyarakat menganggap iuran Tapera terlalu memberatkan, terutama bagi pekerja dengan penghasilan minim 

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa dana Tapera berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab 

Menanggapi polemik tersebut, Menteri Basuki menyatakan bahwa pemerintah akan mengevaluasi kembali program Tapera agar lebih berpihak kepada masyarakat. 

Baca Juga: Miris! Demi Harta Seorang Nenek di Makassar Dibunuh Cucunya Sendiri Dengan Bantuan Sang Kekasih

Ia mengakui bahwa ada keresahan publik terkait implementasi Tapera yang perlu didengar dan ditindaklanjuti.

Menurutnya, program Tapera yang telah memicu kemarahan publik ini tak perlu terburu-buru dilaksanakan jika belum siap diterima masyarakat.

Untuk itu ia meminta usulan dari berbagai elemen masyarakat yang bisa diwakili oleh DPR RI agar program Tapera ini diundur dulu.

"Menurut saya pribadi, kalau ini memang belum siap kenapa kita harus tergesa-gesa?," ujar Basuki Hadimuljono.

"Tapera ini mungkin 10 tahun bisa terkumpul 50 triliun, jadi effort nya dengan ban tahan masyarakat tidak sesuai," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini