Penolakannya pada konsep tersebut karena ia percaya pada demokrasi dan kebebasan, bukan pada sistem politik di mana “seluruh keluarga ikut campur dalam politik”.
Asisten Profesor Hoon Chang Yau dari Universitas Brunei dalam papernya di tahun 2004 menyebut bahwa gagasan nilai-nilai Asia sering kali muncul dalam retorika pemerintah dan pernyataan resmi.
Istilah itu digunakan untuk melawan upaya Barat dalam menyebarkan demokrasi dan hak asasi manusia ke negara-negara Asia, dan juga digunakan untuk membungkam kritik.***