Minggu, 19 Juli 2026

Hubungan 'Asian Values' dan Dinasti Politik yang Viral akibat Arie Putra dan Pandji, Sering Dikritik karena Jadi Alat Membungkam Demokrasi

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 6 Juni 2024 | 20:48 WIB
Arti Asian Values dan hubungannya dengan Dinasti Politik. (Kolase tangkap layar kanal Youtube Total Politik)
Arti Asian Values dan hubungannya dengan Dinasti Politik. (Kolase tangkap layar kanal Youtube Total Politik)

Pandi kembali bertanya kepada kedua host, apakah Dinasti Politik itu salah atau tidak.

Arie menjawabnya sebagai human rights, sedangkan Budi menganggapnya sebagai bukan persoalan.

"Gue nggak papa," timpal Budi kepada Pandji.

Apa sebenarnya arti dari istilah "Asian Value" yang viral gara-gara acara tersebut?

Dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan video Youtube The Brief pada 16 Januari 2023, Asian Values atau Nilai Asia mengacu pada seperangkat norma budaya dan masyarakat yang diyakini unik bagi masyarakat Asia, khususnya di Asia Timur.

Konsep tersebut meliputi penekanan yang kuat pada keluarga, komunitas, dan harmoni sosial, serta penghormatan terhadap tradisi dan otoritas.

Konsep tersebut muncul pada tahun 1990-an sebagai cara untuk menjelaskan perbedaan persepsi dalam pembangunan politik dan ekonomi antara negara-negara Asia dan Barat.

Para pendukung konsep Asian Values berpendapat bahwa nilai-nilai ini telah membantu mendorong stabilitas pertumbuhan ekonomi dan keharmonisan sosial dalam masyarakat Asia.

Menurut Kishore Mahbubani, mantan Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2001-2002, konsep Asian Values mulanya adalah senjata dari negara-negara Asia untuk menolak praktik klon budaya dan politik dari Barat.

"Kita tidak akan menjadi klon budaya atau politik dari Barat, reaksi itulah yang disebut sebagai perdebatan Asian Values," kata Kishore, dikutip dari unggahan video Youtube Big Think, 24 April 2012.

Mereka yang mengkritik konsep ini berargumen bahwa konsep ini merupakan konstruksi politik yang digunakan untuk membenarkan pemerintahan otoriter dan untuk menekan hak-hak politik dan sipil.

Mereka juga berpendapat bahwa nilai-nilai Asia terlalu luas dan mengabaikan hak-hak sipil.

Bahkan, tidak seluruh pemimpin di Asia menerima konsep Asian Values, yakni mantan pemimpin Taiwan, Lee Teng Hui, dan Aung San Suu Kyi dari Myanmar.

Mereka menolak elemen-elemen anti demokrasi dalam konsep Asian Values.

Dikutip dari South China Morning Post, Lee Teng Hui mengatakan bahwa konsep Asian Values yang dianut oleh Lee Kuan Yew dari Singapura berakar pada sistem dinasti Tiongkok.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X