Penolakannya pada konsep tersebut karena ia percaya pada demokrasi dan kebebasan, bukan pada sistem politik di mana “seluruh keluarga ikut campur dalam politik”.
Asisten Profesor Hoon Chang Yau dari Universitas Brunei dalam papernya di tahun 2004 menyebut bahwa gagasan nilai-nilai Asia sering kali muncul dalam retorika pemerintah dan pernyataan resmi.
Istilah itu digunakan untuk melawan upaya Barat dalam menyebarkan demokrasi dan hak asasi manusia ke negara-negara Asia, dan juga digunakan untuk membungkam kritik.***
Artikel Terkait
Dijuluki Kasanova Gila Wanita, Soekarno Taklukkan 9 Wanita Ini Mulai Dari Yang Jauh Lebih Muda Hingga yang Lebih Tua Darinya
Siapa Arie Putra? Simak Profil Host Total Politik yang Dukung Dinasti Politik hingga Pandji Pragiwaksono Muak
Persebaya Surabaya Bertengger di Papan Tengah BRI Liga 1, Manajemen Bajol Ijo Lepas 4 Pemain Asingnya
3 Pemain Asing Bali United Hengkang di Bursa Transfer Musim Ini, Salah Satunya Pernah Bawa Serdadu Tridatu Juara Liga 1
Download Gratis 7 Twibbon Hari Laut Sedunia 2024 Lengkap dengan Tema, Sejarah hingga Tujuan, Yuk Jaga Laut!