Dalam pernyataannya, penyelenggara The Sounds Project menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai materi promosi dan hal tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan dari penyelenggara.
"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," ujar pihak penyelenggara festival.
Baca Juga: Ivan Gunawan Tuntun King Abdi untuk Lebih Dewasa Setelah Konten Miras Tuai Kecaman
"Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," tandasnya.
Berkaca dari kejadian ini, pihak penyelenggara festival musik turut memberikan teguran agar pihak sponsor dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Selain itu, penyelenggara juga melakukan evaluasi internal agar insiden ini tak terulang kembali dalam festival musik di tahun-tahun berikutnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!