Dalam pernyataannya, penyelenggara The Sounds Project menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai materi promosi dan hal tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan dari penyelenggara.
"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," ujar pihak penyelenggara festival.
Baca Juga: Ivan Gunawan Tuntun King Abdi untuk Lebih Dewasa Setelah Konten Miras Tuai Kecaman
"Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," tandasnya.
Berkaca dari kejadian ini, pihak penyelenggara festival musik turut memberikan teguran agar pihak sponsor dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Selain itu, penyelenggara juga melakukan evaluasi internal agar insiden ini tak terulang kembali dalam festival musik di tahun-tahun berikutnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Jogja Anti Miras! Polda DIY Amankan Ribuan Botol, Instruksi Gubernur Perkuat Pengawasan Peredaran
Jember Darurat Miras! PWI Jember Gandeng UNEJ Gelar Dialog Publik: Penyakit Mabuk Miras, Adakah Solusinya?
Innalillahi! Seorang Anak di Jember Tega Bunuh Ibu Kandungnya, Diduga Stres dan dalam Pengaruh Miras
Ribuan Botol Miras, Okerbaya Hingga Narkoba Berhasil Diamankan, Polres Jember Laksanakan Pemusnahan Barang Haram
Klarifikasi Mahalini Usai Dituding Kerap Batalkan Konser Secara Sepihak, Curhatan soal Anak Sakit hingga Tak Ada Mama Mertua Bikin Terenyuh