SketsaNusantara.id - Media sosial belakangan ini tengah dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan aksi di luar nalar yang berada di acara konser musik The Sounds Project.
Pasalnya, tenant Brand minuman keras (miras) Newport memberikan sebuah tantangan kepada peserta yang bisa melantunkan hafalan Quran yang kemudian mendapat reward berupa 1 botol minuman keras.
Kasus ini mencuat setelah salah satu warganet pemilik akun Threads @JARRKOJARR membagikan pengalamannya saat menghadiri festival musik The Sounds Project 2026.
Akun tersebut memperlihatkan sebuah booth produk miras yang menggelar challenge hafalan Surah Ad-Duha dengan imbalan hadiah sebotol miras.
Dalam video yang beredar terlihat salah satu peserta akhirnya mendapat hadiah satu botol minuman beralkohol setelah berhasil melafalkan hafalan surat Ad Dhuha di hadapan MC tenant brand miras Newport.
Aksi kontroversial itu mengejutkan publik dan seketika menuai kecaman warganet, mengingat dalam agama Islam dilarang keras konsumsi minuman beralkohol yang memabukkan.
Sejumlah publik figur termasuk pendakwah Ustadz Hilmi Firdausi ikut menyoroti hal ini dan mendesak brand tersebut meminta maaf karena dianggap sebagai tindakan penistaan agama.
Bahkan warganet non-muslim ikut mengecam hal tersebut yang dinilai sebagai 'pelecehan' terhadap umat beragama.
"Untuk Brand Miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Qur'an ditukar sama Miras. Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!" kritik ustadz Hilmi melalui akun Instagram @hilim.firdausi dikutip SketsaNusantara.id pada hari Selasa, 11 Agustus 2026.
"Kak, gue yang Kristen aja tersinggung. Semua agama kalo doanya dibuat main-main buat dapet Miras... ya jelas ini termasuk pelecehan," kata warganet bernama Pablo di platform Threads.
Pihak penyelenggara konser pun mengecam tindakan ini setelah mengonfirmasi video viral yang terjadi di salah satu booth sponsor The Sounds Project pada hari Minggu, 9 Agustus 2026 kemarin.
"Kami sebagai penyelenggara turut merasa marah, kecewa dan mengecam perilaku tersebut," tulis pihak penyelengggara dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @thesoundsproject.