SketsaNusantara.id - Desa/Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo menjadi lokasi pengabdian masyarakat oleh tim dosen dari Universitas Jember (Unej) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
Tim yang diketuai Fajri Maulana ini menggelar pelatihan teknik pengemasan produk olahan ikan. Sedikitnya 30 anggota Kelompok Usaha Minaharta mengikuti kegiatan itu. Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil laut, yang menjadi komoditas unggulan desa pesisir tersebut.
"Selama ini, produk olahan ikan kami masih dikemas secara sederhana. Sehingga nilai jualnya kurang maksimal. Kami berharap dengan pelatihan ini, produk kelompok Minaharta bisa lebih kompetitif dan berdaya saing," ujar Ferdy Erfianta, Plt Kades Jangkar saat pembukaan kegiatan, pertengahan pekan lalu.
Tim pengabdian yang beranggotakan Siti Yolanda Rahman Utami dan Yaen Miftakhul Laily, serta didampingi oleh dua mahasiswa memberikan pelatihan mengenai standar kemasan higienis, pemilihan bahan kemasan yang aman untuk produk pangan, hingga teknik pelabelan yang menarik dan informatif.
Baca Juga: Bersama BRI, Pelaku UMKM Produk Olahan Ikan Ini Menginspirasi Pasar dan Raih Penghargaan
Fajri Maulana, selaku ketua tim menjelaskan, pengemasan merupakan kunci utama dalam membangun citra produk di mata konsumen.
"Pengemasan yang baik bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang keamanan pangan dan daya tahan produk.Kemasan yang rapi dan berlabel, produk olahan ikan dari Desa Jangkar akan lebih mudah diterima di pasar yang lebih luas," jelas Fajri.
Kegiatan ini tidak berhenti pada satu tahap. Menindaklanjuti pelatihan pengemasan, tim LP2M Unej telah menjadwalkan pelatihan lanjutan pada hari ini, 25 Juli 2026.
Pelatihan kedua mengusung tema strategi promosi dan pemasaran online melalui platform e-commerce. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong digitalisasi UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.
"Setelah kemasan produk siap, langkah selanjutnya adalah memasarkannya. Pelatihan lanjutan ini mengajarkan bagaimana cara menjual produk secara online. Mulai dari membuat konten promosi, mengelola platform jual beli, hingga pengiriman barang," tambah Siti Yolanda Rahman Utami, anggota tim pengabdian.
Sementara, Ketua Kelompok Usaha Minaharta menyambut baik program berkelanjutan ini. Ia mengungkapkan selama ini kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan mengenai standarisasi produk dan pemasaran modern.
"Kami selama ini hanya menjual di pasar tradisional dan sekitar desa. Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi punya harapan besar agar produk kami bisa dikenal hingga ke luar daerah. Semoga dengan ilmu dari adik-adik dosen ini, ekonomi kami bisa semakin maju," ungkapnya antusias.
Program pengabdian ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung program prioritas nasional, yaitu pengembangan UMKM berbasis potensi lokal dan digitalisasi ekonomi.