SketsaNusantara.id - Ajang tahunan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang kini memasuki edisi ke-24 terbukti membawa dampak lebih dari sekadar peragaan busana kelas dunia.
Selain menjadi wadah unjuk bakat seni, pesta budaya ini bertransformasi menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat lokal.
Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi gelaran JFC. Bupati Jember, Gus Fawait, menilai event internasional ini memiliki posisi strategis dalam memutar roda ekonomi sekaligus mempercepat penanganan kemiskinan di daerahnya.
Usai menghadiri agenda JFC Red Carpet di Pendopo Wahyawibawagraha pada Jumat, 24 Juli 2026 malam, Gus Fawait mengungkapkan bahwa Jember sejak dulu dikenal sebagai daerah pencetak figur-figur berpengaruh di ranah politik hingga kebudayaan nasional.
“Banyak tokoh-tokoh besar kita lahir dari Jember, termasuk politisi, birokrat, pegiat seni hingga public figure lainnya,” ujarnya.
Keberadaan JFC kian memperkuat reputasi tersebut sebagai kawah candradimuka bagi talenta muda di sektor industri kreatif.
Baca Juga: Okupansi Bandara Notohadinegoro Jember Tembus 89,6 Persen, JFC 2026 Diprediksi Dongkrak Penumpang
“JFC ini menjadi kawah Candradimuka bagi anak-anak Jember, untuk bisa berkembang dan menghasilkan karya terbaik,” imbuhnya.
Gus Fawait menekankan bahwa dukungan penuh dari pemerintah daerah diberikan karena dampak nyata yang dihadirkan JFC, terutama dalam menggerakkan perekonomian rakyat kecil dan sektor informal.
“Kita lihat sekarang event JFC ini tidak serta merta disetujui langsung, melainkan sudah kita kaji semua dan multiplayer effectnya seperti apa. Nah kita lihat geliat ekonomi kita berkembang, mulai hotel, sektor wisata, termasuk UMKMnya pasti mengalami peningkatan omset,” terangnya.
Baca Juga: Rampung 85 Persen, JFC 2026 Matangkan Koreografi dan Kostum Peserta
Melihat besarnya potensi tersebut, Pemkab Jember berkomitmen merancang setiap kegiatan seni budaya agar tidak berhenti sebagai panggung hiburan belakangan ini, melainkan harus memberi multiplier effect bagi perekonomian warga.
Langkah ini sejalan dengan tren positif penurunan angka kemiskinan di Jember. Merujuk laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 8.000 warga Jember berhasil keluar dari kategori miskin.