Dalam unggahan di akun Instagramnya, TNI AD mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Henki Notokusumo (36 tahun), salah satu prajurit TNI yang gugur dalam insiden tersebut.
Seluruh korban luka mendapat perawatan intensif, sementara 2 prajurit yang mengalami luka ringan sudah dipulangkan dari Rumah Sakit.
3. Penyebab Ledakan
Hingga kini, penyebab pasti terjadinya ledakan di Gedung Amunisi Madiun masih belum dapat dipastikan. TNI AD juga belum menyimpulkan jenis amunisi maupun faktor yang memicu ledakan tersebut karena proses investigasi masih berlangsung.
"Kami membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut," kata Donny.
Dalam hal ini, Brigjen Donny juga menghimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan berita mengenai penyebab ledakan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai," pesannya.
4. TNI Bentuk Tim Investigasi Khusus
Untuk mengungkap kronologi hingga penyebab insiden secara menyeluruh, TNI Angkatan Darat langsung membentuk tim investigasi khusus.
Tim tersebut bertugas mengumpulkan seluruh fakta di lapangan, memeriksa prosedur yang sedang dijalankan saat kejadian, serta memastikan penyebab ledakan dapat diketahui secara objektif.
Selama proses investigasi berlangsung, area gudang amunisi ditutup dan dijaga ketat guna mempermudah penyelidikan sekaligus menjaga keamanan di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga: Ketua DPR RI Minta TNI Lakukan Evaluasi Menyeluruh Terkait Ledakan Amunisi di Garut
5. Area Gudang Amunisi Ditutup Sementara, DPR Minta Evaluasi Sistem Keamanan
Pasca-ledakan, akses menuju kawasan Gudang Pusat Amunisi ditutup sementara hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman oleh pihak berwenang.