news

Pemkab Jember Petakan Wilayah Krisis Air, Mulai Distribusikan Bantuan ke Desa-Desa

Rabu, 8 Juli 2026 | 13:17 WIB
Droping air bersih di musim kekeringan. (Dok BPBD Jember)

SketsaNusantara.id – Langkah cepat diambil oleh Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dalam mengantisipasi risiko kekeringan sepanjang musim kemarau.

Upaya taktis kini difokuskan pada pemutakhiran peta wilayah rawan serta penjaminan ketersediaan air bersih untuk konsumsi warga.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan sejak dini sangat penting agar dampak kemarau tidak sampai melumpuhkan produktivitas masyarakat. Baik untuk keperluan rumah tangga maupun lahan pertanian.

Baca Juga: Kukuhkan Destana Sempusari, BPBD Jember Targetkan Pembentukan Desana Kelana Rampung September 2026

Untuk memastikan intervensi berjalan efektif, BPBD telah memperbarui basis data daerah yang paling rentan terdampak. Data historis wilayah yang langganan mengalami kelangkaan air kini menjadi acuan utama dalam pengawasan.

"Kondisi debit air dan perkembangan cuaca di lapangan terus kami pantau secara berkala. Pemetaan ini krusial agar distribusi bantuan nantinya bisa benar-benar tepat sasaran," kata Edy saat memberikan keterangan, Rabu 8 Juli 2026.

Sebagai bentuk penanganan cepat, Pemkab Jember telah menyiagakan sejumlah armada truk tangki air yang siap dikirim sewaktu-waktu ke lokasi krisis. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat demi menjaga keamanan pasokan air baku.

Baca Juga: BPBD Jember Bergerak Cepat Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Tiga Kecamatan

Aksi nyata penanggulangan teranyar menyasar dua titik, yakni penyaluran pasokan air bersih kepada 125 kepala keluarga (KK) di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari. Bantuan serupa juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 100 KK di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat.

Selain mengandalkan pengiriman air bersih (dropping) sebagai solusi darurat jangka pendek, pemerintah daerah setempat tengah merancang program mitigasi struktural guna menghadirkan solusi jangka panjang yang lebih permanen.

Menyikapi situasi ini, Kepala BPBD Jember mengimbau segenap lapisan masyarakat agar lebih hemat dan bijak dalam mengonsumsi air.

Baca Juga: Pohon Trembesi Tua Tumbang hingga Tutupi Jalan, BPBD Jember Lakukan Pembersihan

Pihak perangkat desa hingga kecamatan juga diminta aktif memonitor wilayah masing-masing dan segera menghubungi posko BPBD jika mendeteksi indikasi kelangkaan air.

"Informasi yang cepat dari masyarakat sangat menentukan keberhasilan penanganan, sehingga pemulihan bisa langsung dilakukan sebelum dampak kekeringan semakin meluas," tuturnya.***

Halaman:

Tags

Terkini