SketsaNusantara.id - Setiap makanan yang tersaji di meja makan tidak hanya berkaitan dengan rasa dan gizi. Di baliknya, terdapat aspek keamanan yang berperan besar dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Kesadaran mengenai pentingnya pangan yang aman kembali digaungkan melalui peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia atau World Food Safety Day yang jatuh setiap 7 Juni. Peringatan ini menjadi momentum global untuk mengingatkan pentingnya menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan masyarakat, isu keamanan pangan masih menjadi tantangan di berbagai negara. Risiko kontaminasi makanan dan penyebaran penyakit akibat pangan belum sepenuhnya dapat dihilangkan.
Baca Juga: Fokus Ketahanan Pangan 2027, Komisi B DPRD Jombang Bedah Program Dinas Pertanian
Hari Keamanan Pangan Sedunia diprakarsai oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau FAO bersama Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Kedua lembaga tersebut mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan setiap orang memperoleh akses terhadap makanan yang aman.
Menurut WHO, peringatan tahunan ini melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku industri, organisasi masyarakat sipil, hingga konsumen. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting karena keamanan pangan tidak dapat dijaga oleh satu sektor saja.
Pangan yang aman dipandang sebagai bagian penting dari hak dasar manusia. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk mencegah munculnya risiko kesehatan yang berasal dari makanan dan minuman.
Keamanan pangan mencakup seluruh proses, mulai dari produksi hingga konsumsi. Pengawasan kualitas harus dilakukan sejak bahan pangan diproduksi, diproses, didistribusikan, hingga akhirnya dikonsumsi masyarakat.
Pada tahun 2026, WHO mengusung tema “From burden to solutions - safe food everywhere”. Tema tersebut menekankan pentingnya penggunaan data untuk merumuskan solusi yang lebih efektif dalam mengatasi berbagai persoalan keamanan pangan.
Pendekatan berbasis data dipilih untuk membantu para pembuat kebijakan dalam menentukan langkah yang tepat. Dengan informasi yang lebih akurat, kebijakan dapat disusun secara lebih efisien dan terukur.
Salah satu perhatian utama dalam kampanye tahun ini adalah penyakit bawaan makanan atau foodborne diseases. Penyakit tersebut masih menjadi ancaman kesehatan yang cukup besar di berbagai belahan dunia.
Menurut data WHO, terdapat sekitar 200 jenis gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat makanan yang terkontaminasi. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan, tetapi juga berpengaruh terhadap ekonomi, pendidikan, dan produktivitas masyarakat.
Meski demikian, sebagian besar kasus tersebut sebenarnya dapat dicegah. Langkah-langkah seperti peningkatan sanitasi, pengawasan mutu pangan, dan edukasi masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.