SketsaNusantara.id - Penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memicu beragam respons di media sosial.
Sejumlah warganet menyoroti rekam jejak politik Nanik yang sebelumnya pernah terlibat dalam polemik kasus hoaks Ratna Sarumpaet pada 2018 hingga kiprahnya di lingkungan politik nasional.
Perbincangan tersebut mencuat setelah beredar unggahan akun X milik Dimar Sasongko yang merangkum perjalanan Nanik S Deyang dari tahun 2018 hingga akhirnya dipercaya memimpin BGN pada 2026.
Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan karena mengaitkan jabatan strategis yang kini diemban Nanik dengan rekam jejaknya di masa lalu.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun X @dimarsasongko98, Nanik S Deyang disebut pernah menjadi salah satu sosok yang ikut terseret dalam kasus penyebaran informasi hoaks terkait Ratna Sarumpaet pada 2018.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa pada 2018, Nanik disebut sebagai pihak yang turut menyebarkan kronologi penganiayaan Ratna Sarumpaet melalui grup WhatsApp.
“Orang yang menyebarkan foto hoaks Ratna Sarumpaet di Facebook, menyebarkan kronologi ‘penganiayaan’ fiktif via broadcast WhatsApp, dan membawa langsung Ratna menemui Prabowo untuk melaporkan kebohongan itu,” tulis unggahan tersebut.
Selain itu, unggahan tersebut juga menyebut bahwa Nanik diperiksa oleh pihak kepolisian sebanyak dua kali dan memberikan kesaksian dalam proses persidangan yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Kasus Ratna Sarumpaet sendiri sempat menjadi salah satu isu politik terbesar menjelang Pemilihan Presiden 2019.
Saat itu, Ratna mengaku menjadi korban pengeroyokan. Namun belakangan diketahui bahwa luka di wajahnya bukan akibat penganiayaan, melainkan hasil prosedur operasi plastik yang dijalaninya.
Nama Nanik S Deyang kemudian kembali muncul dalam peta politik nasional pada 2019. Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa ia menjabat sebagai Wakil Ketua tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.