SketsaNusantara.id – Jejak masa kecil Presiden pertama Indonesia, Soekarno, di Jombang, Jawa Timur terus diperjelas. Berbagai komunitas literasi, sejarahwan, jurnalis memperkust publik, bahwa Soekarno kecil pernah tinggal di Jombang, tepatnya di Kecamatan Ploso.
Tak terkecuali dari lembaga pemerintahan. Komisi D DPRD Jombang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Jombang turun langsung ke Desa Rejoagung. Mereka meninjau lokasi yang disebut oleh komunitas tertentu sebagai titik nol Bung Karno.
Mereka melihat langsung kondisi lapangan sekaligus menggali informasi dari masyarakat sekitar. Komisi yang membidangi pendidikan ini juga mengulik sejumlah informasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Sebab, jejak sejarah Bung Karno di Jombang menjadi salah satu objek penelitian TACB.
“Peninjauan lapangan dilakukan sebagai bagian dari upaya pendalaman data sebelum penetapan lebih lanjut dilakukan oleh pemerintah pusat,” ujar Sekretaris Komisi D DPRD Jombang Rahmad Agung Saputra, Selasa 2 Mei 2026.
Agung menjelaskan, Kami Komisi D bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melihat langsung kondisi di titik nol Bung Karno. “Kami juga menggali informasi dari masyarakat sekitar serta mendengar penjelasan dari TACB bahwa masa kecil Bung Karno berada di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso," tambah politisi Golkar ini.
Hasil penelusuran di lapangan, sambung dia, masih membutuhkan kajian lanjutan. Sebab, kata dia memberi alasan, berbagai data dan dokumen yang ada perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak menimbulkan perdebatan di kemudian hari.
DPRD Jombang, ucap Agung tegas, akan mengawal proses tersebut hingga ke tingkat kementerian. Terlebih, ungkapnya, selama ini muncul perbedaan pandangan terkait lokasi awal kehidupan Bung Karno yang kerap dikaitkan dengan Surabaya.
Politisi yang telah melenggang di periode kedua ini menandaskan, persoalan tersebut harus diselesaikan berdasarkan bukti sejarah, bukan asumsi.
"Kami berharap nanti bisa ditetapkan sebagai titik nol Bung Karno. Kami secara konstitusi akan membantu memfasilitasi untuk mendorong itu. Yakin atau tidak, biar data yang berbicara," katanya.
Agar secepatnya ada jaeaban, DPRD telah mendorong Disdikbud Jombang untuk segera melakukan audiensi dengan kementerian maupun balai kebudayaan guna memperkuat hasil kajian yang sudah dilakukan.
Menurutnya, koordinasi juga dinilai perlu dilakukan dengan pemerintah provinsi. Agung mengstskan, agar tidak terjadi simpang siur informasi mengenai sejarah Bung Karno.
"Tentu kami akan mengawal hasil audiensi tersebut. Harapannya semua bisa terbuka dan dibahas berdasarkan fakta-fakta yang ada," tandasnya.