news

Profil Ryamizard Ryacudu yang Wafat di Usia 76 Tahun, Sahabat Prabowo sejak Akmil hingga Pernah Hampir Jadi Panglima TNI

Senin, 1 Juni 2026 | 08:00 WIB
Profil lengkap Ryamizard Ryacudu. (Instagram/tni_angkatan_darat)

SketsaNusantara.id - Kabar wafatnya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menjadi perhatian publik pada Minggu, 31 Mei 2026.

Mantan Menteri Pertahanan itu mengembuskan napas terakhirnya di usia 76 tahun setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Di balik kabar duka tersebut, nama Ryamizard kembali menjadi sorotan. Sosoknya dikenal sebagai salah satu tokoh militer berpengaruh yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI dan pemerintahan.

Baca Juga: Ryamizard Ryacudu Wafat di Usia 76 Tahun, Prabowo Sampaikan Duka, Jenazah Akan Dimakamkan di TMP Kalibata

Ryamizard juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Keduanya merupakan teman seangkatan di Akademi Militer (Akmil) dan sama-sama lulus pada tahun 1974.

Kabar wafatnya Ryamizard dikonfirmasi oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Pihak Kementerian Pertahanan menerima informasi resmi mengenai meninggalnya mantan Menteri Pertahanan tersebut pada Minggu siang.

“Benar, kami mendapat informasi berita duka cita bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu,” kata Rico, Minggu (31/5/2026).

Ryamizard lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950. Ia merupakan putra dari Mayjen TNI (Purn) Musannif Ryacudu. Karier militernya dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer pada 1974.

Baca Juga: Siapa Teddy Hernayadi? Kilas Balik Kasus Perwira Tinggi TNI yang Dihukum Seumur Hidup di Peradilan Militer hingga Wajib Bayar Denda Ratusan Miliar

Pada masa awal pengabdiannya, Ryamizard bertugas di lingkungan Kodam XII/Tanjungpura. Ia mengemban berbagai jabatan lapangan, mulai dari komandan peleton hingga komandan batalyon infanteri.

Perjalanan kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Kostrad. Di satuan elite tersebut, Ryamizard dipercaya mengisi sejumlah posisi penting yang semakin mengangkat namanya di tubuh TNI Angkatan Darat.

Kariernya terus berkembang seiring berbagai penugasan yang diterima. Ryamizard pernah menjadi Wakil Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak, Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak, hingga Kepala Staf Brigif Linud 17/Kujang I.

Selain bertugas di dalam negeri, Ryamizard juga pernah menjalankan misi internasional. Ia dipercaya menjadi Komandan Kontingen Garuda XII-B dan Komandan Sektor 5 Barat di Kamboja dalam misi perdamaian.

Sepulang dari penugasan luar negeri, jabatan strategis kembali dipercayakan kepadanya. Ia pernah menjadi Danrem 044/Garuda Dempo, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Kepala Staf Kostrad, hingga Pangdam V/Brawijaya.

Halaman:

Tags

Terkini