Gerakan pembagian daging kurban ramah lingkungan ini pun mendapat banyak apresiasi dari masyarakat, mengingat harga plastik saat ini melonjak tajam imbas naiknya harga minyak mentah di tengah ketegangan konflik Timur Tengah.
Selain membantu mengurangi sampah plastik, penggunaan wadah tradisional dinilai mampu menghidupkan kembali budaya lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Sebagai alternatif plastik, panitia kurban di berbagai daerah kini mulai mengandalkan daun jati, daun pisang, besek bambu, hingga mengimbau warga membawa wadah sendiri dari rumah.
Momentum Idul Adha pun tak hanya menjadi ajang berbagi kepada sesama, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian dengan mengurangi sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini