Meski demikian, penjelasan dari Istana dan MUI belum sepenuhnya meredam perdebatan publik. Sebagian masyarakat tetap menilai penggunaan APBN untuk pengadaan hewan kurban atas nama Presiden kurang etis secara moral.
"Terlepas dari aturan tersebut, tidak etis rasanya Presiden yang punya harta Rp2 triliun membeli sapi kurban menggunakan APBN apalagi mengatasnamakan pribadi," tulis salah satu warganet.
"Sumber dana APBN berasal dari rakyat, jadi sapi yang disebar itu sebenarnya bantuan masyarakat Indonesia yang difasilitasi pemerintah, bukan sedekah pribadi Presiden," komentar netizen lainnya.
Perdebatan tersebut pun memunculkan diskusi luas mengenai batas antara ibadah pribadi, bantuan sosial negara, dan etika penggunaan anggaran publik dalam momentum keagamaan di perayaan Idul Adha tahun ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini