Meski demikian, penjelasan dari Istana dan MUI belum sepenuhnya meredam perdebatan publik. Sebagian masyarakat tetap menilai penggunaan APBN untuk pengadaan hewan kurban atas nama Presiden kurang etis secara moral.
"Terlepas dari aturan tersebut, tidak etis rasanya Presiden yang punya harta Rp2 triliun membeli sapi kurban menggunakan APBN apalagi mengatasnamakan pribadi," tulis salah satu warganet.
"Sumber dana APBN berasal dari rakyat, jadi sapi yang disebar itu sebenarnya bantuan masyarakat Indonesia yang difasilitasi pemerintah, bukan sedekah pribadi Presiden," komentar netizen lainnya.
Perdebatan tersebut pun memunculkan diskusi luas mengenai batas antara ibadah pribadi, bantuan sosial negara, dan etika penggunaan anggaran publik dalam momentum keagamaan di perayaan Idul Adha tahun ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Kapan Idul Adha 2026? Arab Saudi Tetapkan Lebaran Haji 27 Bersamaan dengan Indonesia
Apa itu Hari Tasyrik? Inilah Asal Mula Aturan Dilarang Berpuasa Setelah Hari Raya Idul Adha dan Amalan yang Sebaiknya Dilakukan Pasca Qurban
Menkes Budi Gunadi Sadikin Bongkar Mitos Daging Kambing Saat Idul Adha, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Idul Adha di Masjid Al-Mustain UNDAR Jombang, Rektor Tekankan Kesalehan Sosial dan Pengorbanan Melawan Ego
Idul Adha 1447 H, UIN KHAS Jember Sembelih Belasan Hewan Kurban, Rektor: Ini Ibadah Ritual dan Sosial