news

Tingkatkan Self Esteem Korban Kekerasan Seksual, Dosen BK di Jombang Ini Kembangkan Model Konseling Behavior Berbasis Nilai Quran

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:55 WIB
Cover hasil penelitian model konseling berbasis nilai Quran. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Dosen Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Darul Ulum Jombang, Siti Arifah, melaksanakan kegiatan diseminasi hasil penelitian mengenai model konseling cognitive behavior berbasis nilai-nilai Quran. Diseminasi itu bertujuan meningkatkan self esteem siswa korban kekerasan seksual.

Sebanyak 50 peserta menghadiri kegiatan yang berlangsung di Nest Café, Jl Adityawarman 85 Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jumat 22 Mei 2026. Mereka adalah para guru Bimbingan dan Konseling di Kabupaten Jombang.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa S3 Program Studi Bimbingan dan Konseling ini memperkenalkan model konseling yang dikembangkan.

“Pengembangan ini sebagai salah satu alternatif layanan bagi siswa korban kekerasan seksual, khususnya dalam upaya meningkatkan kembali self-esteem atau harga diri siswa,” katanya.

Baca Juga: Netizen Kecam Momen Kebersamaan Sal Priadi Dengan Pelaku Kekerasan Seksual Sitok Srengenge, Begini Klarifikasinya

Model konseling ini, jelasnya, mengintegrasikan pendekatan konseling cognitive behavior dengan nilai-nilai Quran. Jadi, sambung mahasiswa Univesitas Negeri Malang tersebut, digunakan untuk membantu siswa mengenali pikiran negatif terhadap diri, mengelola emosi, serta membangun perilaku yang lebih adaptif.

“Sementara, nilai-nilai Quran menjadi landasan penguatan spiritual, penerimaan diri, harapan, dan keyakinan. Setiap individu tetap memiliki martabat serta nilai diri yang berharga,” ungkap Arifah.

Dia juga menyampaikan, siswa korban kekerasan seksual membutuhkan pendampingan yang aman, empatik, sensitif, dan tidak menghakimi. Menurutnya, pengalaman kekerasan seksual dapat berdampak pada cara siswa memandang dirinya sendiri.

Untuk itu, tandasnya, layanan konseling perlu diarahkan untuk membantu mereka membangun kembali rasa berharga, percaya diri, dan kemampuan untuk pulih.

Baca Juga: Internalisasi Pendidikan Islam dalam Edukasi Seksual Anak

“Diseminasi ini bertujuan memperkenalkan model konseling yang telah dikembangkan, menyampaikan hasil penelitian kepada praktisi dan pemangku kepentingan, serta memberikan alternatif layanan konseling bagi siswa korban kekerasan seksual,” katanya.

Menurutnya, Guru BK dan konselor perlu memiliki kompetensi dalam menerapkan prinsip cognitive behavior secara sensitif, etis, dan religius dalam mendampingi siswa.

Forum penyampaian hasil penelitian ini juga menjadi ruang dialog antara peneliti dan para guru BK. Para peserta diberikan kesempatan untuk memberikan kritik, saran, dan masukan berdasarkan pengalaman mereka dalam menangani dinamika siswa di sekolah.

Masukan tersebut, ungkap dia, menjadi bagian penting untuk menyempurnakan model sebelum diterapkan secara lebih luas.

Halaman:

Tags

Terkini