news

Pernyataan Sikap SMAN 1 Pontianak, Tegaskan Tak Akan Ikut Lomba Cerdas Cermat yang Diulang Mengikuti Keputusan MPR RI, Ini Alasannya

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:56 WIB
Potret para peserta Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI dari SMAN 1 Pontianak yang tidak akan mengikuti perlombaan ulang pasca polemik penilaian juri yang ramai jadi sorotan publik (setjen.mpr.go.id)

SketsaNusantara.id - SMA Negeri 1 Pontianak memberikan respons keputusan MPR RI yang berencana mengulang Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Belum lama ini, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memutuskan untuk menggelar ulang pelaksanaan Final LCC sebagai bentuk evaluasi pasca polemik juri yang dinilai tidak adil terhadap salah satu peserta.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kritik dan masukan dari banyak pihak. MPR RI menyatakan bahwa final lomba  ulang nantinya akan dilaksanakan dalam waktu dekat dengan pengawasan langsung dari pimpinan serta melibatkan juri independen agar pelaksanaan lomba berjalan lebih objektif dan transparan.

Namun, keputusan tersebut tak dapat diikuti oleh SMAN 1 (Smansa) Pontianak. Melalui akun Instagram resminya, pihak sekolah menyatakan sikap untuk tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba ulang seperti yang disampaikan pihak MPR RI.

Baca Juga: Final Lomba Cerdas Cermat tingkat Provinsi Kalimantan Barat Diulang Kembali, MPR RI Lakukan Pengawasan Langsung dengan Menggandeng Juri Independen

"Sehubungan dengan dinamika dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026, SMAN 1 Pontianak menyampaikan pernyataan sikap sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen terhadap nilai-nilai integritas dalam dunia pendidikan," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan di akun Instagram @smansaptk.informasi pada hari Kamis, 14 Mei 2026.

"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," sambungnya.

Dalam unggahan tersebut, pihak sekolah juga menyatakan bahwa mereka telah menghormati hasil perlombaan dan mendukung penuh jawara dalam babak final sebagai perwakilan Kalimantan Barat dalam ajang kompetisi tersebut.

"SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional," ujarnya.

Baca Juga: Salsa Erwina Apresiasi Respons MPR RI Pasca Polemik Lomba Cerdas Cermat, Publik Justru Tak Setuju Final LCC Kalbar Diulang Kembali, Ini Alasannya

Sebagaimana diketahui, polemik ini bermula dari salah satu peserta bernama Josepha Alexandra yang mendapat perlakuan tak adil dari dewan juri.

Siswi kelas XI yang akrab dipanggil Ocha itu menjawab pertanyaan dengan benar, namun dinyatakan salah oleh juri sehingga mendapat pengurangan nilai. Sementara itu, ketika tim SMAN 1 Sambas menyampaikan jawaban yang sama persis, juri kemudian memberikan nilai penuh.

Situasi tersebut memicu protes dari Ocha yang meminta dewan juri meninjau ulang keputusan mereka dari sudut pandang audiens maupun peserta lain. Namun, dewan juri tetap mempertahankan keputusan mereka, bahkan menyinggung soal artikulasi jawaban peserta.

Dugaan ketidakadilan juri ini mendapat sorotan tajam publik. SMAN 1 Pontianak sebelumnya juga menyampaikan protes dan meminta klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara terkait mekanisme penilaian dalam perlombaan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini