news

Mengapa 21 Mei Diperingati sebagai Hari Reformasi? Ini Deretan 6 Fakta Besar yang Mengubah Indonesia Selamanya

Senin, 11 Mei 2026 | 19:00 WIB
Soeharto, Presiden RI ke 2 (Endang Hartatik )

SketsaNusantara.id - Tanggal 21 Mei selalu menjadi penanda penting dalam sejarah Indonesia modern. Pada hari itu, Presiden Soeharto menyatakan mundur setelah memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade.

Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai Hari Reformasi. Momentum itu lahir setelah gelombang demonstrasi mahasiswa terjadi di berbagai daerah Indonesia.

Krisis ekonomi, ketidakstabilan politik, dan tuntutan perubahan menjadi latar besar lahirnya Reformasi 1998. Berikut sejumlah fakta penting tentang Hari Reformasi 21 Mei.

Baca Juga: Kumpulan 21 Ucapan Hari Reformasi 21 Mei 2026, Mudah Dibagikan dan Penuh Pesan Sejarah

1. Reformasi terjadi saat Indonesia mengalami krisis ekonomi besar

Indonesia mengalami krisis ekonomi berat sejak 1997. Nilai rupiah jatuh drastis terhadap dolar Amerika Serikat.

Harga kebutuhan pokok meningkat tajam dalam waktu singkat. Banyak perusahaan bangkrut dan pemutusan hubungan kerja terjadi di berbagai wilayah.

Situasi tersebut memicu ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah saat itu. Krisis ekonomi kemudian berkembang menjadi krisis politik nasional.

Baca Juga: DPR Usul Reformasi Total Guru, Hapus PPPK hingga P3K Paruh Waktu dan Satukan Jadi PNS Nasional

2. Demonstrasi mahasiswa terjadi di banyak kota

Mahasiswa menjadi kelompok yang aktif menyuarakan tuntutan Reformasi. Aksi demonstrasi berlangsung di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan kota lainnya.

Mereka menuntut perubahan sistem pemerintahan dan penghapusan praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme. Tuntutan reformasi juga meminta adanya kebebasan demokrasi lebih luas.

Banyak kampus menjadi pusat gerakan mahasiswa pada masa tersebut. Ribuan mahasiswa turun ke jalan secara bergelombang.

3. Tragedi Trisakti menjadi pemicu besar gerakan Reformasi

Halaman:

Tags

Terkini