news

Fakta Baru Kecelakaan Taksi dan KRL di Bekasi, Mobil Diduga Tak Dirawat Sesuai Aturan Operasional

Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:00 WIB
Taksi Green SM Indonesia (Kolase X/@Ag_Crypto0, id.greensm.com)

SketsaNusantara.id - Fakta baru muncul dalam penyelidikan kecelakaan taksi yang tertemper kereta api listrik di Bekasi. Polisi menemukan kendaraan tersebut belum menjalani perawatan berkala meski jarak tempuhnya cukup tinggi.

Temuan itu menjadi perhatian penyidik karena berkaitan dengan dugaan penyebab mesin kendaraan mati. Proses pendalaman kini masih dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian sebelum kecelakaan terjadi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menjelaskan bahwa taksi tersebut seharusnya sudah masuk bengkel perawatan sejak beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Ngeri! Detik-Detik Kabel Listrik Dekat Stasiun Jurangmangu-Pondok Ranji Tersambar Petir, Perjalanan KRL Terganggu hingga Penumpang Dievakuasi Mendadak

Berdasarkan keterangan Depot Manajer Operasional, setiap unit kendaraan wajib menjalani maintenance secara berkala. Perawatan dilakukan setiap kendaraan mencapai jarak tempuh tertentu agar kondisi mesin tetap optimal.

Namun, kendaraan yang mengalami kecelakaan di Bekasi Timur itu disebut belum mendapatkan perawatan meski kilometer kendaraan telah melampaui batas yang ditentukan perusahaan.

"Informasi dari depot manajer operasional, ini taksi tersebut harusnya per 15.000 KM itu sudah harus masuk ke depot untuk melaksanakan maintenance ataupun perawatan. Tapi sampai dengan 24.000 itu belum dilakukan maintenance," kata Budi kepada wartawan, Jumat 8 Mei 2026.

Baca Juga: Bunga dan Pesan Menyentuh Warnai Bekasi Timur, Seminggu Pasca Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek

Penyidik kini mendalami kemungkinan keterkaitan antara keterlambatan maintenance dengan mesin kendaraan yang mati di lokasi kejadian. Pemeriksaan teknis masih dilakukan bersama sejumlah pihak terkait.

Selain kondisi kendaraan, polisi juga menyoroti rentang waktu antara insiden pertama dan insiden berikutnya. Jeda sekitar 30 menit itu kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan.

Pendalaman dilakukan oleh tim Pusat Laboratorium Forensik atau Puslabfor bersama penyidik dan pihak terkait lainnya. Pemeriksaan mencakup sistem peringatan dini hingga komunikasi pengawas perjalanan kereta.

Petugas juga memeriksa voice logger untuk mengetahui informasi yang diterima operator kereta saat kejadian berlangsung. Proses itu dilakukan untuk memastikan alur komunikasi berjalan sesuai prosedur.

Selain itu, penyidik memeriksa apakah petugas pengawas perjalanan kereta telah mengetahui adanya kendaraan yang mengalami masalah di lintasan rel.

Polisi turut mendalami proses pemberian sinyal hijau terhadap kereta lain yang melintas di jalur tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap petugas pengatur perjalanan kereta api.

Halaman:

Tags

Terkini