news

Update Kecelakaan Maut di Muratara, Korban Meninggal Bertambah hingga Armada Bus ALS yang Tak Berizin

Jumat, 8 Mei 2026 | 21:00 WIB
Kondisi bus ALS dan truk tanki saat kejadian (mediahub.polri.go.id)

Kendati demikian, Aan mengungkapkan pihaknya masih akan menelusuri lebih lanjut terkait pemberian sanksi tersebut.

Baca Juga: 4 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tanki di Muratara Sumsel, Kronologi, Penyebab hingga Jumlah Korban Meninggal

Jumlah Korban Meninggal Bertambah

Muhammad Fahrul Hubaidi (32), salah satu korban luka bakar dalam kecelakaan bus ALS meninggal dunia pada Jumat, 8 Mei 2026.

Korban yang mengalami luka bakar mencapai 90 persen sempat mendapatkan perawatan intensif di ICU RSUD Rupit hingga menjalani tindakan operasi.

Korban juga sempat akan dipindahkan ke RS Bhayangkara Palembang, namun karena kondisinya makin melemah, rencana tersebut ditunda.
Dengan meninggalnya pria asal Tegal tersebut, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan bus ALS tersebut bertambah menjadi 17 orang.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Bus ALS di Muratara Sumsel, Sempat Hilang Kendali Sebelum Tabrak Truk Tanki hingga Terbakar

2 Korban Luka Bakar Dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang

Sementara itu, 2 korban luka bakar lainnya, yakni Nadiono (44) dan istrinya, Jumiatin (35) dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang pada Jumat, 8 Mei 2026.

Ngadiono yang mengalami luka bakar 50 persen dievakuasi dengan helikopter menuju RS Bhayangkara Palembang.

Sementara Jumiatun yang menderita luka bakar 90 persen dipindahkan ke RS Bhayangkara melalui perjalanan darat menggunakan ambulans.

Baca Juga: Kecelakaan Maut, Bus ALS dan Truk Tanki Adu Banteng di Muratara Sumatera Selatan, 16 Orang Meninggal Dunia

Tim DVI Polda Sumsel Ungkap Kendala dalam Proses Identifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI ) Polda Sumsel mengungkapkan hambatan yang dialami dalam proses identifikasi.

Kondisi jenazah korban yang mengalami luka bakar berat hingga 99 persen membuat proses identifikasi terhambat.

Halaman:

Tags

Terkini