SketsaNusantara.id - Duka akibat kecelakaan kereta di Bekasi Timur masih terasa kuat. Seminggu setelah peristiwa itu, masyarakat terus berdatangan. Mereka membawa bunga sebagai simbol empati bagi para korban.
Insiden antara KRL lintas Cikarang dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek terjadi pada 27 April 2026. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa, termasuk belasan perempuan. Hingga kini, suasana duka masih menyelimuti area sekitar lokasi kejadian.
Sejumlah titik di Stasiun Bekasi Timur dipenuhi buket bunga. Bunga-bunga tersebut terus bertambah setiap harinya. Kehadiran masyarakat menunjukkan rasa belasungkawa yang masih mengalir.
Di tengah suasana itu, sebuah pesan menyentuh menjadi viral di media sosial. Pesan tersebut berasal dari seseorang yang diduga berada di gerbong yang sama saat kejadian. Tulisan itu berisi ungkapan duka sekaligus permintaan maaf.
“Selamat jalan para wanita kuat, surga menanti kedatangan kalian,” tulis isi dalam pesan tersebut.
Pesan tersebut juga menceritakan momen saat korban saling berusaha bertahan. Penulis menyebut adanya interaksi dengan seorang perempuan yang meminta pertolongan. Namun kondisi saat itu membuat bantuan tidak dapat diberikan.
“Tiba-tiba Ibu berhenti berbisik dan melepas genggaman Ibu. Saya cuma mau bilang ke ibu, ‘Maaf ya bu, saya tidak bisa menolong ibu. Selamat jalan ya bu dan 15 wanita lainnya,” tuturnya lagi dalam pesan itu.
Selain pesan tersebut, perhatian juga tertuju pada petugas stasiun. Mereka terlihat merapikan dan merawat bunga yang terus berdatangan. Bunga disusun rapi agar tetap tertata di area stasiun.
Petugas juga menyemprotkan air untuk menjaga kesegaran bunga. Upaya ini dilakukan agar bunga tidak cepat layu. Beberapa area juga dilengkapi alas plastik dan penutup sementara.
Awalnya bunga diletakkan di area dalam stasiun. Namun jumlah yang terus bertambah membuat lokasi diperluas. Sebagian bunga kemudian dipindahkan ke titik kejadian kecelakaan.
Perpindahan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Ratusan buket bunga kini berjajar di area peron hingga lokasi insiden. Suasana tersebut menjadi simbol duka yang masih terasa.
Pihak KAI Commuter turut memberikan pernyataan terkait kondisi tersebut. Mereka menyatakan akan menjaga setiap bentuk penghormatan dari masyarakat. Dukungan yang diberikan dinilai memiliki arti penting.