Dengan kata lain, LPG 3 kg tetap akan digunakan, sementara CNG akan dikembangkan secara bertahap sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju kemandirian energi.
Usulan penggunaan CNG sebagai pengganti LPG menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengurangi impor energi sekaligus menekan subsidi.
Dengan harga yang lebih murah, emisi yang lebih rendah, serta potensi sumber daya yang melimpah di dalam negeri, CNG memang menjanjikan banyak keuntungan.
Namun, tantangan dari sisi infrastruktur, keamanan tabung, masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut. Edukasi pada masyarakat juga harus tetap dilakukan sebelum penggunaan CNG.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini