Tantangan dan Risiko Penggunaan CNG
Meski memiliki banyak keunggulan, penggunaan CNG juga memiliki sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satu tantangan paling utama adalah tekanan penyimpanan.
CNG disimpan pada tekanan sangat tinggi, yakni sekitar 200–250 bar, jauh di atas LPG yang hanya sekitar 5-8 bar. Artinya, tabung CNG harus memiliki standar keamanan yang jauh lebih tinggi.
Selain itu, metana sebagai komponen utama CNG memang memiliki risiko tertentu. Dalam kondisi tertentu, gas ini bisa memicu ledakan jika terkumpul dalam konsentrasi 5–15 persen di udara dan terkena sumber api.
Meski bukan gas beracun, namun Metana dapat menyebabkan sesak napas jika terjadi kebocoran dan menggantikan oksigen dalam ruangan tertutup. Dalam kondisi kadar oksigen rendah, seseorang bisa mengalami pusing hingga kehilangan kesadaran.
Namun, di sisi lain, metana juga dikenal sebagai gas rumah kaca yang cukup kuat, bahkan memiliki kemampuan memerangkap panas lebih besar dibanding karbon dioksida.
Apakah CNG Aman Digunakan untuk Kebutuhan Rumah Tangga?
Secara teknis, semua bahan bakar gas memiliki risiko. Namun, dalam banyak kondisi, CNG justru dinilai lebih aman dibanding LPG.
Jika terjadi kebocoran, gas CNG akan naik ke atas dan keluar melalui ventilasi, sehingga kecil kemungkinan menumpuk di area aktivitas manusia. Berbeda dengan LPG yang cenderung mengendap di lantai dan lebih mudah terakumulasi.
Dari sisi titik nyala, metana juga membutuhkan suhu lebih tinggi untuk terbakar dibanding LPG. Hal ini membuatnya relatif lebih sulit tersulut secara spontan.
Baca Juga: Plus Minus BBM Dicampur Etanol 10 Persen, Eks Pembalap Fitra Eri: Bahan Bakar Beretanol Ini Lebih...
Namun demikian, faktor keamanan tetap bergantung pada kualitas tabung dan sistem distribusi. Tabung CNG harus dirancang dengan material khusus berstandar tinggi serta dilengkapi katup pengaman untuk mencegah tekanan berlebih.
Dalam situs resminya, Kementerian ESDM juga membeberkan bahwa beberapa negara seperti Pakistan, hingga Argentina telah melakukan konversi bahan bakar dengan menggunakan CNG.
Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa penggunaan CNG di Indonesia tidak akan langsung menggantikan LPG secara total dalam waktu dekat. Kehadirannya lebih sebagai alternatif tambahan untuk masyarakat.