Sang ayah, Pangeran Soerjaningrat adalah anak dari KGPAA Sri Paku Alam III, sedangkan ibunya, Raden Ayu Sandiah.
Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
Dikutip dari laman Taman Kebangsaan UNEJ, Ki Hadjar Dewantara pernah menempuh pendidikan di ELS (Europeesche Lagere School), setingkat sekolah dasar yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak Erop, keturunan Belanda dan priyai pribumi.
Ki Hadjar Dewantara juga pernah belajar di STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) atau sekolah kedokteran kolonial untuk pribumi.
Namun karena sakit, Ki Hadjar Dewantara tidak menyelesaikan studinya di STOVIA.
Perjalanan Karier Ki Hadjar Dewantara
Ki Hadjar Dewantara pernah bekerja sebagai wartawan di sejumlah surat kabar saat itu.
Ia pernah menjadi kuli tinta di koran Sedyotomo, Midden Java, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer hingga De Express.
Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai wartawan dengan tulisan yang tajak dan patriotik.
Selain menjadi wartawan, Ki Hadjar Dewantara juga aktif di sejumlah organisasi kepemudaan, sosial dan politik.
Seperti pada tahun 1908, Ki Hadjar Dewantara aktif di organisasi Boedi Oetomo di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya persatuan.
Ki Hadjar Dewantara juga terlibat dalam pendirian partai politik pertama di tanah air, yakni Indische Partij bersama Douwe Dekker dan dr. Cipto Mangunkoesoemo. Ketiganyak kemudian dikenal sebagai Tiga Serangkai.