Sabtu, 20 Juni 2026

Siapa Bapak Pendidikan Nasional? Mengenal Ki Hajar Dewantara, Pendiri Taman Siswa dan Sosok di Balik Hardiknas 2 Mei

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 1 Mei 2026 | 21:00 WIB
Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional (Facebook/@disperpusip.jatim)
Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional (Facebook/@disperpusip.jatim)

Sang ayah, Pangeran Soerjaningrat adalah anak dari KGPAA Sri Paku Alam III, sedangkan ibunya, Raden Ayu Sandiah.

Baca Juga: Mengenal Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara: Gagal Menjadi Dokter, Malah Jadi Pahlawan Nasional

Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Dikutip dari laman Taman Kebangsaan UNEJ, Ki Hadjar Dewantara pernah menempuh pendidikan di ELS (Europeesche Lagere School), setingkat sekolah dasar yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak Erop, keturunan Belanda dan priyai pribumi.

Ki Hadjar Dewantara juga pernah belajar di STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) atau sekolah kedokteran kolonial untuk pribumi.

Namun karena sakit, Ki Hadjar Dewantara tidak menyelesaikan studinya di STOVIA.

Baca Juga: 12 Quotes Ki Hajar Dewantara untuk Ucapan Hari Guru Nasional 25 November 2024 Bermakna dan Motivasi Para Pendidik Bangsa

Perjalanan Karier Ki Hadjar Dewantara

Ki Hadjar Dewantara pernah bekerja sebagai wartawan di sejumlah surat kabar saat itu.

Ia pernah menjadi kuli tinta di koran Sedyotomo, Midden Java, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer hingga De Express.

Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai wartawan dengan tulisan yang tajak dan patriotik.

Selain menjadi wartawan, Ki Hadjar Dewantara juga aktif di sejumlah organisasi kepemudaan, sosial dan politik.

Baca Juga: 14 Quotes Ki Hajar Dewantara untuk Ucapan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2 Mei 2025, Posting untuk Motivasi di Medsos

Seperti pada tahun 1908, Ki Hadjar Dewantara  aktif di organisasi Boedi Oetomo di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya persatuan.

Ki Hadjar Dewantara juga terlibat dalam pendirian partai politik pertama di tanah air, yakni Indische Partij bersama Douwe Dekker dan dr. Cipto Mangunkoesoemo. Ketiganyak kemudian dikenal sebagai Tiga Serangkai.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X