SketsaNusantara.id - Syekh Ahmad Al-Misyri (SAM) Sakhirnya muncul ditengah isu miring terkait dugaan pelecehan seksual yang ia lakukan terhadap santri laki-laki.
Ditengah kabar bahwa ia melarikan diri ke Mesir di saat ia harus berhadapan dengan hukum atas tuduhan yang dialamatkan padanya, secara tiba-tiba ia muncul.
Dikutip dari kanal YouTube Reyben Entertainment, SAM muncul memberikan klarifikasi resmi langsung dari Mesir terkait tuduhan yang kini ia hadapi.
"Ini klarifikasi saya terhadap seluruh kaum muslimin dan muslimat yang ada di Indonesia dan di negara lainnya," ujar SAM.
Dalam pernyataannya, SAM membantah bahwa ia sama sekali tak melarikan diri dari proses hukum di Indonesia.
Menurutnya ia berangkat ke Mesir pada tanggal 15 Maret 2026 dan saya tiba di Mesir tanggal 16 Maret 2026 karena mendampingi ibunya yang sakit dan menjalani operasi pada 17 Maret 2026.
"Saya mendapatkan panggilan kepolisian pada tanggal 30 Maret 2026, maka panggilan kepolisian datang setelah saya ada di Mesir sekitar 15 hari," tegasnya.
"Tuduhan pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya, mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk diserahkan kepada pihak berwenang," tegasnya lagi.
Menurutnya, saat ini ia berstatus sebagai saksi, bukan tersangka seperti isu yang beredar di masyarakat.
Ia dengan tegas membantah tuduhan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya dan memberikan penjelasan mengenai keberadaannya di luar negeri saat ini.
SAM menganggap bahwa tuduhan selanjutnya yang saat ini diarahkan kepadanya merupakan fitnah kejam yang melukai dirinya dan umat muslim.