news

Kartinian Berujung Petaka, Puluhan Siswa SD di Rembang Diduga Keracunan MBG, Warganet Pertanyakan Kualitas Buah hingga Susu Kemasan yang Dibagikan

Rabu, 22 April 2026 | 10:05 WIB
Potret siswa SDN Balongmulyo dilarikan ke Puskesmas diduga keracunan menu MBG setelah makan buah dan minum susu kemasan (Instagram/feedgramindo)

Bukan hanya susu kemasan, siswa lainnya mengeluh karena sakit setelah memakan buah kelengkeng yang dibagikan dalam menu MBG. 

Kejadian ini mendapat sorotan tajam publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Publik ikut menganalisis kualitas susu kemasan dan buah pada yang dibagikan kepada para siswa, padahal anggaran untuk program MBG juga terbilang tidak murah.

"Anggaran MBG tembus triliunan (rupiah), mirisnya malah dibeliin kaos kaki sampe motor trail listrik. Buat makanan budgetnya cuma 10 ribu per menu, kualitasnya pun dipertanyakan," komentar salah satu warganet di Instagram.

Baca Juga: Tragis, Bocah SD di Jember Meninggal Dunia Akibat Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Kejar Layangan Putus, Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis

"Ibu Kartini pun menangis melihat ini. Acara yang harusnya bikin anak senang malah berakhir duka gegara MBG. Mending bawa bekal sendiri, sudah pasti kualitasnya terjamin karena nggak mungkin kasih anak sendiri susu basi," imbuh netizen lainnya.

Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah ini sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan sejumlah kasus serupa di berbagai daerah.

Di Kabupaten Rembang sendiri, kejadian dugaan keracunan terkait MBG bukan kali pertama terjadi. Pada bulan September 2025, ratusan siswa SMP di Kecamatan Kragan juga dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi menu MBG.

Saat itu, lebih dari 170 siswa mengeluhkan mual, muntah, hingga diare, dan sebagian harus menjalani perawatan intensif.

Baca Juga: Kisah Nyata Siswa SD di Pelosok Sulawesi Tengah, Lari dan Seberangi Sungai Demi Pulang Sekolah dengan Selamat

Rentetan kasus tersebut memicu kekhawatiran di kalangan orang tua. Beberapa di antaranya mengaku trauma karena anak mereka kembali menjadi korban dalam kejadian serupa.

“Anak saya dulu waktu SMP juga pernah kena, sekarang yang SD juga mengalami lagi. Kami jadi khawatir,” ungkap salah satu wali murid di Kragan.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang menyajikan menu MBG di Kragan mengenai hal tersebut.

Kasus keracunan diperkirakan setelah mengonsumsi MBG seperti ini juga mendapat sorotan tajam dari DPR RI yang mendesak BGN agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses distribusi dan kualitas makanan MBG, mulai dari pengolahan hingga penyajian.

Dapur SPPG yang tidak sesuai standar pun akan dihentikan operasionalnya dan melakukan perbaikan untuk mencegah kasus serupa terulang kembali ke depannya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari S ketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id.  Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini