SketsaNusantara.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ramai diperbincangkan di media sosial.
Hal ini berawal dari data pengadaan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang bocor ke publik.
Seperti dilansir dari akun X @Piyusaja2, data bocor tersebut memperlihatkan besaran anggaran dana untuk pengadaan alat makan yang digunakan dalam MBG.
Dalam data yang bocor tersebut, diketahui anggaran pengadaan alat makan mencapai Rp4,19 triliun.
Nominal yang cukup fantastis untuk alat makan itu hanya diperuntukkan untuk 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Yogyakarta.
Melalui tangkapan layar yang dibagikan, tertulis 'Pengadaan Alat Makan untuk SPPG di Provinsi DI Yogyakarta' untuk 15 SPPG dengan total nominal sebesar Rp4.196.589.147.000.
"SKANDAL PIRING & SENDOK MBG RP4 TRILIUN," tulis akun tersebut.
Sontak unggahan kebocoran data pengadaan alat makan untuk MBG ini menuai pro kontra dari netizen.
"Emang kudu ada gerakan "gak usah bayar pajak " Deh... Duit rakyat abis buat beginian doank.." komentar netizen.
Baca Juga: Viral Ribuan Motor MBG Berlogo BGN, Ternyata Sudah Dianggarkan sejak 2025
"Baru piring sama sendoknya aja udah Rp 4 Triliun untuk 15 dapur, belum gizinya yang disunat! Makin kelihatan kan kalau MBG ini cuma kedok buat 'Pesta Pengadaan Barang'. Pantesan TPP ASN mau dihapus dan honorer di-PHK, duitnya buat beli sendok seharga Pajero. Luar biasa negeriku," tulis netizen.
"Itu alat makan terbuat dari emas , intan permata sari, wajar mahal sampai diluar akal sehat manusia normal....," kata netizen.
Artikel Terkait
Viral Dapur SPPG Dibangun Kementerian PU, Warganet Soroti Insentif Rp6 Juta dan Mekanisme Program MBG
Kasus Keracunan MBG di Jaktim, 72 Siswa dari 4 Sekolah Dirawat, Pramono Anung Ungkap Kondisi Korban
Sisa MBG Dikumpulkan Guru Jadi Pakan Bebek, Guru: daripada Dibuang Sia-Sia
Program MBG Disorot, Guru MIN 1 Purbalingga Keluhkan Beban Tambahan Urus Ompreng
Seorang Siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta Mengaku Dicopot sebagai Ketua OSIS, Diduga karena Menolak Program MBG
Kunto Aji Soroti Pelajar SMA Muhammadiyah 3 Jogja yang Mengaku Dicopot sebagai Ketua OSIS Usai Kritik MBG, Publik Menduga Ada Upaya Pengalihan Isu