Bukan hanya susu kemasan, siswa lainnya mengeluh karena sakit setelah memakan buah kelengkeng yang dibagikan dalam menu MBG.
Kejadian ini mendapat sorotan tajam publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Publik ikut menganalisis kualitas susu kemasan dan buah pada yang dibagikan kepada para siswa, padahal anggaran untuk program MBG juga terbilang tidak murah.
"Anggaran MBG tembus triliunan (rupiah), mirisnya malah dibeliin kaos kaki sampe motor trail listrik. Buat makanan budgetnya cuma 10 ribu per menu, kualitasnya pun dipertanyakan," komentar salah satu warganet di Instagram.
"Ibu Kartini pun menangis melihat ini. Acara yang harusnya bikin anak senang malah berakhir duka gegara MBG. Mending bawa bekal sendiri, sudah pasti kualitasnya terjamin karena nggak mungkin kasih anak sendiri susu basi," imbuh netizen lainnya.
Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah ini sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan sejumlah kasus serupa di berbagai daerah.
Di Kabupaten Rembang sendiri, kejadian dugaan keracunan terkait MBG bukan kali pertama terjadi. Pada bulan September 2025, ratusan siswa SMP di Kecamatan Kragan juga dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi menu MBG.
Saat itu, lebih dari 170 siswa mengeluhkan mual, muntah, hingga diare, dan sebagian harus menjalani perawatan intensif.
Rentetan kasus tersebut memicu kekhawatiran di kalangan orang tua. Beberapa di antaranya mengaku trauma karena anak mereka kembali menjadi korban dalam kejadian serupa.
“Anak saya dulu waktu SMP juga pernah kena, sekarang yang SD juga mengalami lagi. Kami jadi khawatir,” ungkap salah satu wali murid di Kragan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang menyajikan menu MBG di Kragan mengenai hal tersebut.
Kasus keracunan diperkirakan setelah mengonsumsi MBG seperti ini juga mendapat sorotan tajam dari DPR RI yang mendesak BGN agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses distribusi dan kualitas makanan MBG, mulai dari pengolahan hingga penyajian.
Dapur SPPG yang tidak sesuai standar pun akan dihentikan operasionalnya dan melakukan perbaikan untuk mencegah kasus serupa terulang kembali ke depannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari S ketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Tulis Pesan Terbuka untuk Prabowo Subianto, Siswa SMK di Kudus Sampaikan Penolakan Terima Jatah MBG, Minta Dialihkan untuk Tunjangan Guru
Seorang Siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta Mengaku Dicopot sebagai Ketua OSIS, Diduga karena Menolak Program MBG
Viral Ribuan Motor MBG Berlogo BGN, Ternyata Sudah Dianggarkan sejak 2025
Heboh! Diduga Ada 'Anak Kodok' dalam Roti Menu MBG untuk Balita dan Ibu Menyusui di Sampang Madura, Dapur SPPG Bakal Dihentikan Sementara?
Anggaran Pengadaan Alat Makan MBG Bocor! BGN Ajukan Rp4,19 Triliun Hanya Untuk 15 SPPG di Yogyakarta
Uya Kuya Laporkan Sejumlah Akun Medsos yang Menyebut Dirinya Punya 750 Dapur MBG ke Polda Metro Jaya