SketsaNusantara.id - Garis polisi (police line) kini melintang di area dapur SPPG Pilangwetan, Kebonagung, Kabupaten Demak, mendadak mencekam.
Hal itu terjadi setelah ratusan santri dilaporkan mengalami gejala keracunan massal yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut laporan, peristiwa bermula ketika sejumlah santri mulai mengeluhkan mual, pusing, hingga muntah-muntah selang beberapa jam setelah mengonsumsi menu MBG, dikutip dari akun Instagram @lambe_turah.
Baca Juga: Merasa Dirugikan, Uya Kuya Laporkan Akun Penyebar Isu 750 SPPG ke Polda Metro Jaya
Jumlah korban terus bertambah hingga mencapai ratusan anak, sehingga pihak pesantren segera melarikan para santri ke fasilitas kesehatan terdekat, termasuk Puskesmas Kebonagung dan RSUD Sunan Kalijaga Demak.
Guna kepentingan penyelidikan, jajaran Polres Demak segera mendatangi lokasi kejadian dan memasang garis polisi di area SPPG.
Pemasangan ini bertujuan untuk menjaga Tempat Kejadian Perkara (TKP) agar tetap steril selama proses investigasi berlangsung.
Baca Juga: Anggaran Pengadaan Alat Makan MBG Bocor! BGN Ajukan Rp4,19 Triliun Hanya Untuk 15 SPPG di Yogyakarta
Petugas juga telah mengambil sampel sisa makanan untuk diuji di laboratorium guna mengetahui kandungan zat yang menyebabkan keracunan.
Hingga saat ini sebagian besar santri masih menjalani perawatan intensif disaat kepolisian menulusuri permasalahan terkait program pemerintah tersebut.
Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak juga telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan skrining kesehatan menyeluruh terhadap santri yang tidak menunjukkan gejala berat.
Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Kesehatan menyatakan akan mengawal kasus ini hingga tuntas, terutama terkait standarisasi higienitas dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah dan pesantren.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!