news

ITB Minta Maaf soal Lagu Erika HMT, Akui Kelalaian dan Tarik Video dari Semua Akun Terafiliasi

Kamis, 16 April 2026 | 13:30 WIB
ITB sampaikan permohonan maaf atas rekaman video lagu Erika dengan lirik yang tak pantas (Instagram/viral.sekalii)

SketsaNusantara.id - Institut Teknologi Bandung (ITB) buka suara atas ramainya video rekaman sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) yang menyanyikan lagu berjudul Erika.

Melalui pernyataan resmi yang dimuat di website ITB, pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas lagu tersebut.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik,"

Baca Juga: Terungkap! Pencipta dan Asal-usul Lagu Erika yang Bergema di HMT ITB, Begini Faktanya

"Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," tulisnya.

Pihak ITB mengatakan bahwa kejadian tersebut menjadi suatu kelalaian.

Apa yang terekam dalam video tersebut, katanya, tidak mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung oleh ITB.

Baca Juga: Deretan Fakta Lagu Erika yang Viral dinyanyikan Oleh Himpunan Mahasiswa Tambang ITB

"Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan,"

"HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun," imbuhnya.

HMT ITB mengatakan bahwa OSD merupakan salah satu kegiatan yang berada dalam lingkup HMT-ITB yang telah berdiri sejak 1970-an.

Baca Juga: 5 Pernyataan Kampus Soal Lagu Erika yang Dinyanyikan Himpunan Mahasiswa Tambang ITB: Pihak Kampus Akui Lalai dan Hapus Video hingga Lakukan Evaluasi

Sementara lagu berjudul "Erika" yang kini tengah ramai diperbincangkan ini dibuat pada tahun 1980-an.

Sebagai tindak lanjut, HMT-ITB telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmi organisasi, serta menghapusnya dari akun-akun individu yang terafiliasi.

Halaman:

Tags

Terkini