news

Viral Tangis Pilu Wanita Pemilik 600 Pohon Pisang yang Diracun Orang, Wapres Gibran Turun Tangan

Kamis, 16 April 2026 | 11:00 WIB
Siit Haliza dan kebun pisang yang mengering (Tiktok @sitihaliza)

SketsaNusantara.id – Beberapa waktu yang lalu, media sosial dihebohkan dengan tangisan seorang wanita sambil menunjukkan kebun pisang.

Wanita yang diketahui bernama Siti Haliza tersebut menangis histeris setelah mengetahui 600 pohon pisangnya mati mengering.

Setelah ia memeriksanya, ternyata ada suntikan racun yang mengakibatkan 600 pohon pisangnya mati mengering.

Baca Juga: Siapa Rektor Universitas Indonesia? Buntut Kasus Pelecehan Seksual Oleh Mahasiswa Fakultas Hukum UI, Rektor Akan Dipanggil Komisi X DPR RI

Atas peristiwa ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan respons cepat terhadap laporan warga yang mengalami musibah memilukan.  Gibran diketahui segera memerintahkan tim asistensi untuk turun tangan dan membantu menyelesaikan  permasalah tersebut.

"Nama saya Siti Haliza disini saya ing8n berterima kasih sebesar-besarnya kepada bapak wakil presiden, Bapak Gibran dimana telah membantu saya menutupi kerugian pohon pisang saya," ungkapnya dikutip dari akun tiktok @sitihaliza.

"Semoga Bapak Gibran diberi kesehatan, diberi panjang umur dan diperluas lagi rezekinya dan dilancarkan lagi urusannya, terimakasih bapak," tegasnya lagi.

Baca Juga: Tegas! UI Menonaktifkan 16 Mahasiswa Hukum Terduga Pelaku Pelecehan Seksual, Dilarang Berada di Lingkungan Kampus

Selain mendapatkan bantuan, masyarakat juga mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku sabotase guna memberikan efek jera dan keadilan bagi korban.

Kejadian sabotase dengan cara menyuntikkan racun ini rupanya telah memicu kemarahan publik. 

Netizen menilai tindakan tersebut sangat kejam karena menghancurkan sumber mata pencaharian utama dalam sekejap.

Baca Juga: Kecelakaan Tunggal di Pertigaan Tugu Trunojoyo Jember, Mobil Menabrak Pembatas Jalan hingga Terbalik

Untuk itu, kehadiran Wapres Gibran dalam kasus ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek bagi sang petani.

Tetapi warganet juga menjadi sinyal kuat bagi seluruh aparat di daerah untuk lebih tanggap terhadap laporan masyarakat kecil yang menjadi korban kejahatan ekonomi di sektor pertanian.

Halaman:

Tags

Terkini