SketsaNusantara.id - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Keluarga Mahasiswa. (Kema) Universitas Padjajadan (Unpad) menyikapi kabar dugaan pelecehan seksual yang menyeret salah seorang guru besar Fakultas Kesehatan.
Sebelumnya, mencuat dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah seorang oknum guru besar Fakultas Kesehatan Unpad terhadap salah satu mahasiswi asing program pertukarang pelajar.
Kabar tersebut diunggah oleh akun Threads @enchantaenwicked pada 15 April 2026.
Baca Juga: Viral Dugaan Pelecehan Seksual Guru Besar Unpad terhadap Mahasiswi Exchange, Bukti Chat Picu Kecaman
Menyikapi hal tersebut, BEM Kema Unpad merilis pernyataan resmi terkait kabar yang beredar di media sosial itu.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Rabu, 15 April 2026 melalui Insta Story @bem.unpad, BEM Kema Unpad telah mengetahui adanya laporan mengenai dugaan pelecehan seksual tersebut.
Setelah mengetahui laporan, BEM Kema Unpad bersama BEM Kema FKep Unpad segera berkoordinasi dengan Satgas PPKS Unpad, dekanan fakultas kesehatan hingga pihak rektorat.
BEM Kema Unpad menyayangkan tindakan tersebut dan bersikap tegas atas dugaan pelecehan seksual itu.
“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam serta empat dan solidaritas kepada korban yang terdampak,” begitu potongan isi pernyataan resmi bersama BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fkep Unpad yang diunggah ulang akun Instagram @infipop.id.
BEM Kema dan BEM Kema FKep Unpad juga dengan tegas tidak membenarkan tindakan yang dilakukan oleh oknum profesor tersebut.
“Kami menegaskan bahwa tidak ada bentuk kekerasan seksual yang dapat dibenarkan dalam kondisi apapun,” tegasnya.