SketsaNusantara.id - Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mencuat di lingkungan akademik. Kali ini, sorotan publik tertuju pada seorang Guru Besar di Universitas Padjadjaran (Unpad) yang diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang mahasiswi program pertukaran pelajar (exchange student).
Kasus ini menjadi viral setelah beredarnya tangkapan layar percakapan antara terduga pelaku dan korban di media sosial. Dalam unggahan tersebut, komunikasi dilakukan menggunakan bahasa Inggris dan memperlihatkan adanya permintaan yang dinilai tidak pantas dari seorang dosen kepada mahasiswi.
Berdasarkan kronologi yang beredar, interaksi awal dimulai dari percakapan biasa, di mana pelaku menghubungi korban untuk menanyakan kabar. Namun, percakapan tersebut kemudian berubah arah menjadi tidak profesional.
Dalam salah satu pesan, pelaku diduga meminta korban mengirimkan foto dengan pakaian minim. Permintaan itu bahkan disebut dilakukan berulang kali, meski korban telah menunjukkan penolakan.
Salah satu kutipan yang beredar menunjukkan pelaku meminta foto korban saat mengenakan bikini, bahkan secara spesifik menyebut lokasi wisata tertentu. Permintaan tersebut disertai dengan ajakan yang mengarah pada aktivitas pribadi di luar konteks akademik.
Tak hanya itu, pelaku juga diduga memberikan saran kepada korban untuk bersantai dengan minuman beralkohol dan mengirimkan foto dirinya saat berenang. Percakapan tersebut dinilai banyak pihak sebagai bentuk pelecehan verbal dan pelanggaran etika profesional di dunia pendidikan.
Merasa tidak nyaman dan terganggu, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak lain di lingkungan kampus. Ia juga membagikan isi percakapan tersebut sebagai bentuk peringatan dan upaya mencari dukungan.
Dalam pernyataannya, korban menyayangkan tindakan pelaku yang dinilai tidak mencerminkan sikap seorang akademisi. Ia juga menyoroti fakta bahwa pelaku disebut telah memiliki keluarga, namun tetap melakukan komunikasi yang tidak pantas.
Korban mengaku telah menunjukkan bukti percakapan tersebut kepada dosen lain. Menurut pengakuannya, pihak terkait disebut akan mempertimbangkan untuk tidak lagi melibatkan terduga pelaku dalam aktivitas yang berkaitan dengan mahasiswa exchange.
Kasus ini memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan tersebut dan mendesak pihak kampus untuk segera mengambil langkah tegas guna menjaga integritas lingkungan akademik.
Hingga berita ini ditulis, pihak Universitas Padjadjaran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan pelecehan seksual tersebut. Belum diketahui pula apakah telah ada proses investigasi internal yang dilakukan oleh kampus.