SketsaNusantara.id - Demo protes blokade jalan hingga tragedi tewasnya 2 wanita akibat terlindas truk tronton milik PT Imasco di Puger kini memasuki babak baru.
Setelah tewasnya 2 orang akibat truk tronton tersebut kini protes warga dan kini mendesak penghentian total operasional.
Teriakan histeris warga di kawasan Kecamatan Puger, pada Minggu, 12 April 2026 kini telah menjadi puncak dari kemarahan yang selama ini terpendam.
Kecelakaan maut yang melibatkan truk tronton pengangkut semen milik PT Imasco Asiatic kembali merenggut nyawa, kali ini korbannya adalah dua orang wanita yang tewas seketika di lokasi kejadian.
Peristiwa tragis ini bermula saat sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh dua wanita bersama seorang anak laki-laki melaju dari arah utara.
Saat mencoba mendahului truk raksasa pengangkut semen dari sisi kiri, kendaraan korban kehilangan keseimbangan.
Dampaknya fatal, anak laki-laki tersebut terlempar ke arah kiri dan berhasil selamat, namun kedua wanita tersebut terjatuh ke sisi kanan, tepat di kolong truk yang sedang melaju.
Tanpa ampun, ban besar truk tersebut melindas tubuh korban hingga tewas di tempat.
Sebelum kejadian ini, tepatnya pada 8 April 2026, warga Grenden sudah melakukan demo untuk menolak aktivitas truk besar di jam-jam padat.
Tragedi ini memicu gelombang aksi yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Warga Puger dan para aktivis kini tidak lagi sekadar menuntut pengaturan jam operasional, melainkan penghentian operasional secara total dikutip dari akun tiktok @kabarbaruofficial.