Masyarakat menilai pihak perusahaan dan pemerintah daerah melakukan pembiaran. Meskipun ada kesepakatan sebelumnya yakni pada 2025 truk hanya boleh beroperasi pukul 20.00 – 04.00 WIB, kenyataan di lapangan menunjukkan kendaraan berat ini masih berseliweran di jam sibuk masyarakat.
Warga mendesak reaktivasi jalur kereta api untuk angkutan tambang agar jalan raya tidak lagi menjadi medan maut bagi kendaraan roda dua.
Kini, sejumlah aktivis lingkungan dan perwakilan warga menyatakan bahwa setiap korban yang jatuh setelah ini adalah konsekuensi dari sikap abai pemerintah.
Untuk itu mereka menuntut penghentian total operasional pengangkutan semen melalui jalan umum hingga ada jalur khusus atau reaktivasi kereta api.
Masyarakat juga menuntut adanya audit menyeluruh terhadap izin lingkungan dan lalu lintas PT Semen Imasco Asiatic.
Mereka juga menuntut tanggung jawab penuh perusahaan terhadap keluarga korban dan jaminan keselamatan jalan bagi warga Jember Selatan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Netizen Pertanyakan Teuku Rassya yang Tak Libatkan Ibu Kandung di Acara Pernikahannya dengan Cleantha Islan, Curhatan Tamara Bleszynski Jadi Sorotan
Reza Rahadian Dirumorkan Jadi Pemeran Utama Film Remake 'Descendants of the Sun', Netizen Protes Usulkan Sederet Aktor Ini Perankan Kapten Yoo
Bosan Nonton Reza Rahadian? Herjunot Ali Dinilai Lebih Cocok Jadi Pemeran Utama Film Descendants of the Sun versi Indonesia, Begini Respons Sang Aktor
Respons Kampus hingga BEM UI Soal Grup Chat Mahasiswa FH UI yang Diduga Berisi Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan
Siap Jadi Ibu! Ochi Rosdiana Unggah Maternity Shoot Bareng Suami, Anggun dengan Baby Bump Besar