Baca Juga: Kenali Penyakit Rebah Semai pada Bibit Tanaman: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Gejala lainnya muncul dari warna kulit atau bibir pasien yang membiru atau sianosis.
Pasien juga akan mengalami pusing, bingung hingga hilang kesadaran atau pingsan.
Lebih lanjut, denyut jantung seseorang yang mengalami Asfiksia akan terasa lemah dan tidak teratur.
Selain orang dewasa, Asfiksia juga bisa terjadi pada bayi dengan gejala tangisan lemah atau tidak menangis sama sekali hingga bibir atau wajah yang kebiruan.
Baca Juga: Ngantuk Berlebihan Bisa Jadi Alarm Bahaya! Pakar Ingatkan Gejala Awal Virus Nipah yang Mematikan
Pencegahan dan Penanganan Asfiksia
Saat seseorang mengalami Asfiksia, ada beberapa hal yang harus dilakukan, pertama yakni memastikan jalan napas bersih dan terbuka (jika Asfiksia terjadi akibat tersedak).
Saat melihat seseorang mengalami Asfiksia, segera lakukan resusitasi atau pertolongan pertama (jika diperlukan).
Selain itu, pastikan pasien terhindari dari paparan gas beracun atau situasi yang berisiko tenggelam.
Sementara itu, pada bayi yang baru lahir dan mengalami Asfiksia, segera lakukan penanganan Asfiksia Neonatal sesuai protokol medis.
Setelah melakukan pertolongan pertama, pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis guna mencegah kerusakan organ.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!