Pria yang akrab disapa Ra Mamak ini melanjutkan studi hingga ke Al Azhar University di Kairo, Mesir untuk fokus belajar Bahasa Arab.
Dengan semangat belajarnya yang tak pernah surut, Shalahuddin Warits kemudian menempuh pendidikan di IAIN Sunan Ampel Surabaya hingga meraih gelar magister dari Universitas Indonesia (UI) Depok.
Tak berhenti di situ, Shalahuddin Warits juga meraih gelar doktor setelah melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Dikenal sebagai kiai intelektual, Shalahuddin Warits kini mengajar sebaga dosen tetap di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) sejak tahun 2015.
Rekam Jejak Shalahuddin A. Warits di Dunia Politik
Tak hanya fokus di bidang akademik, Ra Mamak juga aktif di berbagai kegiatan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Sosoknya disegani sebagai kiai muda yang memiliki kemampuan bahasa asing mulai dari Bahasa Inggris, Arab hingga Prancis.
Mengikuti jejak sang ayah, Ra Mamak diketahui pernah terjun ke dunia politik. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP Sumenep dan digadang-gadang pernah maju sebagai calon Bupati Sumenep di kontestasi Pilkada 2020.
Namun, Ra Mamak mengurungkan langkahnya dengan kembali mengajarkan nilai keagamaan dan mendorong pembangunan daerah di Kabupaten Sumenep.
Baca Juga: Peringati Hari Santri Nasional, Kiai di Jombang Serukan Umat Islam Harus Tetap Jaga Kerukunan
Menikah dengan Inayah Wahid Sejak Januari 2025
Shalahuddin Warits kini ramai jadi sorotan publik setelah dikabarkan telah menikah dengan Inayah Wulandari Wahid. Pernikahan keduanya teryata telah dilaksanakan bulan Januari 2025 lalu.
Resepsi pernikahan pun digelar secara tertutup di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan dan hanya dihadiri keluarga inti kedua mempelai.
Inayah sendiri juga tak pernah mengumumkan hal ini hingga akhirnya ia diketahui bersama keluarga besar Shalahuddin Warits saat berkumpul dalam momen silaturahmi Idufitri 2026 di Sumenep, Jawa Timur.
Dalam acara tersebut, keluarga Gus Dur berkunjung ke Pondok Pesantren Annuqyah Sumenep, dan digelar acara selamatan pernikahan yang disambut antusias keluarga pesantren.