news

Kisah Inspiratif Siswa SMP di Surabaya Sulap Kulit Bawang Putih Jadi Eco Enzyme hingga Tinta Refill Spidol Ramah Lingkungan, Begini Prosesnya

Senin, 6 April 2026 | 08:00 WIB
Potret Raihan Jouzouz Shamsuddin, pelajar SMPN 57 Surabaya yang berhasil menyulap limbah kulit bawang putih jadi tinta refill spidol (Instagram/spenmajusby_official)

SketsaNusantara.id – Kreativitas datang dari hal sederhana,
Raihan Jouzouz Shamsuddin, siswa dari SMP Negeri 57 Surabaya mencuri perhatian publik lewat inovasi unik yang berdampak besar bagi bumi.

Raihan berhasil mengubah limbah kulit bawang putih menjadi tinta spidol ramah lingkungan. Inovasi sederhana ini jadi kisah inspiratif yang berperan besar mengurangi sampah rumah tangga.

Ide ini berawal dari kegelisahan Raihan melihat banyaknya limbah kulit bawang putih yang terbuang percuma di lingkungan sekitar.

Selama ini, limbah tersebut umumnya hanya dimanfaatkan sebagai kompos, bahkan tak jarang dibuang begitu saja.

Baca Juga: Luncurkan Inovasi “Kameliya”, SMKN 3 Bondowoso Kuatkan Kualitas Pembelajaran Guru Berbasis Teknologi Aplikasi LUMI

Raihan kemudian mengumpulkan kulit bawang putih, coba otodidak mempelajari cara pengolahannya hingga menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Tak hanya tinta spidol, ia juga mengubah limbah tersebut jadi eco enzyme.

Berbekal rasa ingin tahu dan semangat pantang menyerah, Raihan mulai mengumpulkan kulit bawang putih dari pemukiman warga hingga pasar-pasar tradisional.

Perjalanannya tidak mudah. Raihan hampir kehilangan semangat karena tak mendapatkan bahan baku yang cukup sampai melakukan survei ke sejumlah pasar dan kampung di Surabaya.

Ia kemudian memanfaatkan cuaca terik panas matahari untuk menjemur kulit bawang putih hingga disulap menjadi cairan tinta refill spidol yang memiliki nilai jual.

Baca Juga: KKN UDS 2025 Tebar Inspirasi di Malaysia, Usung Layanan Kesehatan Edukatif Lawan Bullying

Proses penelitian pun tidak berjalan instan. Raihan harus mencoba berbagai metode pengolahan hingga akhirnya menemukan formula yang tepat untuk bisa menghasilkan tinta spidol dari bahan alami tersebut.

Dalam prosesnya, pelajar kelas IX itu juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah kualitas bahan baku karena tidak semua kulit bawang putih bisa digunakan.

"Kulit bawang putih yang terlalu lama disimpan bisa lembap dan tidak bisa diolah menjadi tinta refill spidol," jelas Raihan, dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun Instagram @STEMIndonesiaCerdas pada hari Minggu, 5 April 2026.

Untuk menyiasati hal tersebut, ia tidak membuang bahan yang tidak terpakai. Kulit bawang putih yang masih layak kemudian dijemur dan diioven untuk menghasilkan pigmen alami tinta hitam.

Halaman:

Tags

Terkini