news

Andrie Yunus Korban Teror Air Keras Angkat Bicara, Soroti Dukungan Publik dan Komitmen Perjuangan

Sabtu, 4 April 2026 | 07:00 WIB
Aktivis KontraS Andrie Yunus (Instagram/@aandrieyunus)

SketsaNusantara.id- Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, akhirnya menyampaikan pernyataan perdananya setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Dalam kondisi masih menjalani perawatan intensif, Andrie menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan luas yang datang dari masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan melalui rekaman suara yang diunggah akun Instagram resmi KontraS pada Jumat, 3 April 2026. Dalam rekaman itu, Andrie terdengar tegar meski tengah menghadapi situasi sulit akibat luka serius yang dialaminya.

“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut,” ujarnya, dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @kontras_update.

Baca Juga: Update Korban Air Keras Andrie Yunus, Jalani Operasi Mata Ketiga, Tim Dokter Temukan Kebocoran Bola Mata

Meski menjadi korban serangan brutal, Andrie menegaskan tidak akan mundur dalam memperjuangkan nilai-nilai hak asasi manusia. Ia menyebut dukungan publik menjadi kekuatan utama untuk tetap bertahan.

“Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian. A luta continua, panjang umur perjuangan,” tambahnya.

KontraS dalam keterangan unggahan tersebut menjelaskan bahwa rekaman diambil saat Andrie masih dirawat di ruang high care unit (HCU). Demi menjaga kondisi pasien, pihak keluarga, rumah sakit, serta kuasa hukum sepakat membatasi kunjungan.

Baca Juga: Buntut Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus, Kepala BAIS TNI Mengundurkan Diri

Langkah ini diambil untuk memastikan Andrie mendapatkan perawatan optimal tanpa gangguan, sekaligus menjaga hak privasi dan ketenangan selama masa pemulihan. Hal tersebut juga sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terkait hak pasien.

Insiden penyiraman air keras yang menimpa Andrie terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah ia menghadiri sebuah diskusi publik terkait isu remiliterisasi dan judicial review di Indonesia.

Menurut Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, serangan dilakukan oleh orang tidak dikenal sekitar pukul 23.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, Andrie mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, dada, tangan, dan mata.

Baca Juga: Profil Yudi Abrimantyo, Kabais TNI yang Mundur Buntut Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Pendidikan hingga Karier

Perkembangan terbaru mengungkap bahwa aparat telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka merupakan anggota aktif dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis, Denma BAIS TNI.

Keempat tersangka masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES. NDP diketahui berpangkat kapten, sementara SL dan BHW berpangkat letnan satu, serta ES berpangkat sersan dua. Mereka berasal dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Halaman:

Tags

Terkini