SketsaNusantara.id – Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Letjen Yudi Abrimantyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya buntut penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Pengunduran diri ini disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.
Mayjen TNI Aulia menyampaikan bahwa Yudi Abrimantyo telah secara resmi menyatakan pengunduran dirinya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas keterlibatan empat anggotanya dalam aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Langkah ini diambil di tengah desakan publik yang kuat agar institusi TNI melakukan pembersihan internal terhadap oknum-oknum yang mencederai nilai kemanusiaan dan hukum.
"Sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan KABAIS," ungkap Aulia dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Yudi Abrimantyo menyampaikan sebagai atasan menyatakan gagal dalam melakukan pembinaan terhadap personilnya, khususnya mereka yang bertugas di bawah koordinasi Badan Intelijen Strategis (BAIS).
Dimana sebagai pimpinan, ia memegang prinsip tanggung jawab komando sehingga apa yang dilakukan oleh anggota adalah bagian dari kegagalan pembinaannya.
Untuk itu Yudi mengundurkan diri dan menyerahkan jabatannya kepada BAIS baru sebagai bentuk penghormatan dan supremasi hukum dan institusi TNI.
Pengunduran diri ini merupakan buntut panjang dari peristiwa tragis di kawasan Salemba, di mana 4 oknum prajurit aktif diduga kuat melakukan penyiraman air keras kepada Andrie Yunus.
Keempatnya diketahui merupakan anggota yang terafiliasi dengan satuan intelijen. Saat ini, mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
Sementara itu, hingga saat ini, kondisi Andrie Yunus masih dalam pemulihan intensif setelah menjalani serangkaian operasi cangkok kulit akibat luka bakar kimia yang cukup parah.***
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus: Pelaku Sempat Berupaya Hilangkan Jejak Usai Serang Korban
TNI Respons Isu Keterlibatan Prajurit dalam Kasus Andrie Yunus, Penyelidikan Internal Ditegaskan Berjalan Transparan
Update Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, TNI dan Polri Ungkap Informasi Berbeda Soal Terduga Pelaku
Tuntut Sidang Terbuka di Peradilan Umum! Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Disorot, Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer dan Minta Transparansi
Update Kesehatan Andrie Yunus Usai Alami Penyiraman Air Keras, RSCM Ungkap Kondisi Terbaru