SketsaNusantara.id- Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, akhirnya menyampaikan pernyataan perdananya setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Dalam kondisi masih menjalani perawatan intensif, Andrie menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan luas yang datang dari masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan melalui rekaman suara yang diunggah akun Instagram resmi KontraS pada Jumat, 3 April 2026. Dalam rekaman itu, Andrie terdengar tegar meski tengah menghadapi situasi sulit akibat luka serius yang dialaminya.
“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut,” ujarnya, dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @kontras_update.
Meski menjadi korban serangan brutal, Andrie menegaskan tidak akan mundur dalam memperjuangkan nilai-nilai hak asasi manusia. Ia menyebut dukungan publik menjadi kekuatan utama untuk tetap bertahan.
“Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian. A luta continua, panjang umur perjuangan,” tambahnya.
KontraS dalam keterangan unggahan tersebut menjelaskan bahwa rekaman diambil saat Andrie masih dirawat di ruang high care unit (HCU). Demi menjaga kondisi pasien, pihak keluarga, rumah sakit, serta kuasa hukum sepakat membatasi kunjungan.
Baca Juga: Buntut Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus, Kepala BAIS TNI Mengundurkan Diri
Langkah ini diambil untuk memastikan Andrie mendapatkan perawatan optimal tanpa gangguan, sekaligus menjaga hak privasi dan ketenangan selama masa pemulihan. Hal tersebut juga sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terkait hak pasien.
Insiden penyiraman air keras yang menimpa Andrie terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah ia menghadiri sebuah diskusi publik terkait isu remiliterisasi dan judicial review di Indonesia.
Menurut Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, serangan dilakukan oleh orang tidak dikenal sekitar pukul 23.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, Andrie mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, dada, tangan, dan mata.
Perkembangan terbaru mengungkap bahwa aparat telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka merupakan anggota aktif dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis, Denma BAIS TNI.
Keempat tersangka masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES. NDP diketahui berpangkat kapten, sementara SL dan BHW berpangkat letnan satu, serta ES berpangkat sersan dua. Mereka berasal dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Artikel Terkait
Update Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, TNI dan Polri Ungkap Informasi Berbeda Soal Terduga Pelaku
Tuntut Sidang Terbuka di Peradilan Umum! Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Disorot, Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer dan Minta Transparansi
Update Kesehatan Andrie Yunus Usai Alami Penyiraman Air Keras, RSCM Ungkap Kondisi Terbaru
Puspom TNI Dalami Motif Penyiraman Andrie Yunus, Empat Prajurit Terancam Pasal Penganiayaan
Fakta Baru Kasus Andrie Yunus, Pelaku Berasal dari BAIS TNI, Apa Itu Badan Intelijen Strategis?
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Diduga Terkena Cipratan Air Keras