Dalam berbagai kesempatan, Sudharmawatiningsih menekankan pentingnya akurasi dan kecepatan dalam pengelolaan berkas perkara.
Baginya, keterlambatan administrasi adalah bentuk ketidakadilan bagi masyarakat yang mencari kepastian hukum.
Penunjukan Sudharmawatiningsih disambut hangat oleh aktivis kesetaraan gender dan praktisi hukum.
Hal ini diharapkan menjadi motivasi bagi hakim-hakim perempuan muda di daerah untuk terus berprestasi dan berani mengambil tanggung jawab besar di level nasional.
Kini, dengan kepemimpinan Sudharmawatiningsih, publik menaruh harapan besar pada peningkatan efisiensi kinerja kepaniteraan MA, terutama dalam menekan tunggakan perkara dan mempercepat pengiriman salinan putusan kepada para pencari keadilan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!